Beranda Hukrim Florata Keluarga Korban Pelecehan di Pong Lale Datangi Mapolres Manggarai

Keluarga Korban Pelecehan di Pong Lale Datangi Mapolres Manggarai

391
0
Keluarga Korban Pelecehan di Pong Lale,Kecamatan Ruteng,saat mendatangi Mapolres Manggarai,NTT.Foto:Adi Nembok/Florespost.Co.

FLORESPOST.co, Ruteng – Sekitar 30 orang warga Pong Lale, Kecamatan Ruteng, Selasa (3/12/2019) pagi, mendatangi Mapolres Manggarai, NTT.

Sontak kehadiran mereka itu pun menyedot perhatian warga sekitar dan polisi yang sedang bertugas saat itu. Kepada Wartawan mereka mengaku keluarga dari korban dugaan pelecehan seksual yang berinisial TJ, diduga dilakukan oleh PK yang juga berasal dari desa Pong Lale.

Kehadiran mereka di Polres Manggarai, untuk mengetahui dan menanyakan penanganan lebih lanjut kasus yang menimpa TJ, siswi kelas tiga pada sebuah sekolah dasar di Kecamatan Ruteng. Mereka juga meminta polisi untuk menangkap PK, terduga pelaku pelecehan yang kini masih berkeliaran bebas.

“Kami datang untuk meminta polisi segera mengusut tuntas kasus ini,” kata salah satu keluarga korban.

Imelda Agus Do, Ketua Komunitas Perlindungan Anak (KPA) yang mendampingi penyelesaian kasus yang menimpa TJ mengatakan bahwa polisi terus memproses kasus ini.

“Penanganan kasus ini sebetulnya sudah sangat jauh. Polisi masih bekerja keras,” jelas Imel di Mapolres Manggarai.

Hari ini, kata Imel, Polisi rencananya akan mengkonfrontir keterangan dari saksi kunci dan saksi korban. Namun karena situasi yang kurang memungkinkan, saksi kunci belum berani hadir di Polres.

“Tadi saksi kunci mengatakan, dia akan ke sana (Polres) yang penting suasana di luar dan di dalam polres aman. Mungkin dia takut, maklum saksi kuncinya masih anak – anak,” jelas Imel.

Terkait kehadiran puluhan keluarga korban di Mapolres, Imel mengaku tidak mengetahui siapa yang mengkoordinirnya.

Korban Dicabuli di dalam Kapela

Kejadian itu bermula ketika TJ dan empat orang temannya pulang sekolah melewati Kapela.

Saat itu terduga pelaku memanggil salah satu anak laki – laki. Dia menyuruhnya untuk memanggil TJ masuk ke dalam Kapela.

“Dia lalu bilang, kamu panggil TJ ada bapanya di dalam Gereja,” ungkap ayah korban sebagaimana dilansir media online VoxNtt.com, Senin (18/11/2019).

Anak itu kemudian memanggil korban. Namun korban enggan menjawab. Pelaku kemudian menyuruh lagi anak laki-laki itu.

“Kamu dipanggil bapamu untuk dapat uang,” katanya.

Lalu TJ pergi ke dalam Kapela itu bertemu terduga pelaku. Di dalam Kapela, terduga pelaku mengajak korban masuk ke dalam ruangan ganti Pastor. Dalam Kapela, dia mencabuli TJ.

Tidak hanya terjadi di Kapela, perbuatan tidak terpuji PK kepada TJ juga terjadi di kios milik PK.

Saat itu, setelah TJ pulang sekolah, terduga pelaku memanggilnya masuk ke dalam kios miliknya.

Dia kembali membujuk TJ masuk ke dalam kios. Terduga pelaku mengaku kalau ayah TJ berada di dalam kios dan ingin memberikannya uang.
Sampai di dalam kemudian terduga pelaku melakukan hal yang sama.

Setelah kejadian, ayah korban mengaku saat itu, sikap anaknya mulai berubah.
Ia selalu berontak dengan orangtuanya, tidak seperti biasanya. Disuruh makan pun, korban tidak mau sama sekali.

Bahkan saat misa di Gereja, TJ sudah tidak mau lagi menerima berkat oleh Pastor. Padahal sebelmnya anak ini sangat aktif terima berkat saat misa.

Demikian juga kalau belajar kalau disuruh pasti tidak mau. Namun saat itu sikapnya berubah drastis.

Atas situasi itu orangtuanya mulai menaruh curiga. Saat ditanya, ia pun lalu mengaku pernah dilecehkan oleh PK.

Untuk mencari tahu kebenaran pengakukan TJ, orangtua korban menanyakan kepada tiga orang teman anaknya itu.

Tiga orang anak itu membenarkan kejadian itu dan mereka bercerita tidak jauh dari pengakuan korban.

Setelah mendapat cerita tersebut. Orang tua korban membawa TJ ke Rumah sakit St. Rafael Cancar. Dari sana langsung dirujuk ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng untuk melakukan visum.

Hasil visum ada lecet dibagian alat vital korban. Setelah mendapatkan hasil visum itu, orangtua korban melaporkan terduga pelaku ke Polres Manggarai.

Korban sendiri sudah diambil keterangan. Demikian juga tiga orang saksi teman korban sudah diambil keterangan di Polres Manggarai.

Laporan : Adi Nembok
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here