Beranda Florata News YMP Gelar Pelatihan Teknik Pertanian Tangguh di Desa Pangga

YMP Gelar Pelatihan Teknik Pertanian Tangguh di Desa Pangga

51
0
Yayasan Mariamoe Peduli didukung GNDR,menggelar pelatihan teknik pertanian tangguh di Desa Pangga,Kecamatan Kuwus,Kabupaten Manggarai Barat. Foto:Dokumen YMP.

FLORESPOST.co, Ruteng -Yayasan Mariamoe Peduli (YMP) menggelar pelatihan teknik pertanian tangguh di Kantor Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Pelatihan yang berlangsung pada tanggal 30 November 2019 lalu itu, YMP didukung Global Network of Civil Society Organisations for Disaster Reduction (GNDR).

Pelatihan ini juga sebagai tindak lanjut dari rekomendasi aksi, setelah YMP melakukan survei kerentanan bencana di Desa Pangga dan Desa Wajur Kabupaten Manggarai Barat.

Project Manager YMP, Micelyn Amelia Ngamput menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh 25 masyarakat petani dari 4 Dusun yaitu dusun Leda, Dahang, Lambur dan Balo.Hadir juga sekretaris desa dan aparat desa Pangga.

Micelyn mengatakan, hasil studi YMP memperlihatkan terjadinya bencana kelaparan yang disebabkan oleh rusaknya beberapa areal pertanian akibat longsor pada saat curah hujan yang sangat tinggi dan matinya tanaman pertanian pada musim kemarau dampak dari persoalan kekurangan air.

Kondisi ini menyebabkan sebagian petani kehilangan sumber penghidupan yang berasal dari hasil sawah dan tanaman perdagangan.

Pelatihan ini juga melibatkan tenaga ahli pertanian tepat guna Rikardus Roden yang menyebut bahwa teknik pertanian tangguh itu adalah teknik pertanian yang adaptif dengan perubahan iklim.

Tujuannya untuk meningkatkan resiliance petani terhadap perubahan iklim dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber energi dan pupuk. Pilihan adaptasi yang dimaksudkan adalah pemanfaatan arang sekam sebagai satu cara meningkatkan efisiensi penggunaan air pada kondisi ekstrim kering dan untuk stabilisasi air tanah pada kondisi intensitas curah hujan sangat tinggi.

Sementara Direktur YMP Albina Redemta mengatakan, pertanian tangguh bertujuan meningkatkan ketahanan ekonomi dan pangan dari masyarakat pada kondisi iklim ekstrim kering yang berlangsung selama 7 bulan. Kegiatan yang sama akan juga dilakukan di desa Wajur pada bulan Desember ini.

Antonius Hantol, salah seorang peserta pelatihan dari dusun Leda, mengaku curah hujan yang tinggi dan musim kemarau yang panjang di desa Pangga terjadi pada tiga tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan hasil pertanian sawah dan tanaman perdagangan menurun, sehingga pendapatanpun ikut menurun.

Hantol mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada YMP dan GNDR yang telah membagi ilmu hebat ini kepada petani di Desa Pangga, dan berharap mereka tetap didampinggi ke depannya.

Laporan : Adi Nembok
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here