Beranda Headline Sekda Igo Tanggapi Tudingan Dugaan Konspirasi Pemilihan Kadis Kesehatan Flotim

Sekda Igo Tanggapi Tudingan Dugaan Konspirasi Pemilihan Kadis Kesehatan Flotim

1018
0
Paulus Igo Geroda, Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur. (Dok.Florespost)

FLORESPOST. co, Larantuka – Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur Paulus Igo Geroda menanggapi tudingan adanya konspirasi terpilihnya Dokter Agustinus Ogie Silimalar sebagai Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, pada seleksi sebagai calon Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flotim tahun 2018 lalu.

Dokter Ogie seperti dalam pemberitaan www.balinewsnetwork.com, tanggal 8 Desember 2019, diduga menempatkan keterangan palsu atau diduga memalsukan kepangkatan atau eselonnya atau diduga berkonspirasi dengan orang lain agar dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan lulus seleksi sebagai calon Kepala Dinas Kesehatan Flotim dan akhirnya terpilih.

Padahal dia (Ogie-red) sebenarnya masih yunior, berstatus pejabat fungsional dokter umum sehingga seharusnya tidak memenuhi syarat manakala mengikuti seleksi administrasi.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Sekda Igo Geroda mengaku kecewa karena pemberitaan itu tidak terklarifikasi ke pemerintah sebagai objek pemberitaan.

“Semua yang tertulis di media itu tidak benar. Hampir tidak ada satupun yang ditulis itu benar, karena mereka menggunakan opini pribadi,” kata Igo Geroda kepada awak media di ruangan kerjanya, Senin (9/12/2019).

Dijelaskannya, mekanisme seleksi untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Flotim harus melalui proses atau tahapan – tahapan.

Tahapan itu jelasnya, pendaftaran kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi. Dari proses administrasi inilah kata dia memenuhi syarat atau tidak. Jika tidak menemui syarat jelas Sekda, maka langsung gugur. Tahapan berikutnya adalah uji kompetensi.

Uji kompetensi pertama jelas Igo, adalah kompetensi manajerial yang dilakukan oleh tim asesor. Dilanjutkan lagi dengan uji kompetensi ke dua adalah uji kompetensi bidang yang di lamar.

“Pada saat penetapan kelengkapan administrasi sebelum dilanjutkan ke pansel uji kompetensi bidang dan manajerial, dilakukan konsultasi dulu ke
Ke KASN dan Gubernur NTT untuk menyetujui,” jelasnya.

Setelah itu dilaksanakan uji kompetensi kata Sekda, tahapan selanjutnya adalah dilakukan perengkingan dan pengumuman. Setelah pengumuman, dilanjutkan lagi dengan persetujuan ke KASN dari hasil tiga (3) terbaik itu.

“Dokter Ogie itu memenuhi syarat. Dari aspek kepangkatan Dokter Ogie memang IV a. Karena dokter Ogie itu adalah dokter madya,” jelasnya.

Pada tingkatan jabatan fungsional madya jelas Sekda Igo Geroda, bukan hanya dokter, tetapi juga jabatan fungsional madya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain pun bisa mengikuti Pansel.

“Madya itu pangkat IV a. Tetapi terhadap fungsional mereka memiliki hak untuk dapat mengikuti dan rujukannya ada di PP No 11 tahun 2017,” jelasnya.

Sedangkan terhadap struktural dikatakannya, diamanatkan eselon III a, maka pangkatnya IV b. Tetapi juga tambah Sekda ada juga masih IV a. Pada saat promosi dari eselon III b ke lll a itu kata Dia, biasanya dari pangkat IV a masuk ke eselon III a baru ke IV b.

“Ada syaratnya lagi harus mengikuti pin tiga (3). Terhadap fungsional tidak ada itu, tidak ada pembatasan itu. Dia hanya menyebutkan jabatan fungsional madya. Jadi tidak ada masalah,” tegasnya.

Pendasaran PP No 11 Tahun 2017 Pasal 107

Ditempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Flores Timur Fidelis Larantukan menjelaskan tentang pendasaran PP No 11 tahun 2017 pasal 109 terkait Persyaratan untuk dapat diangkat dalam JPT.

Di angka 4 pasal 107 jelas Fidelis, sedang atau pernah menduduki jabatan administrator atau jabatan fungsional ahli madya paling singkat 2 (dua) tahun.

“Didalam ketentuan aturan kepegawaian kalau jenjang fungsional ahli madya ruang golongan pangkat nya itu setara IV a. Sehingga pada saat kami membuka pendaftaran pada 2 tahun yang lalu dokter Ogi juga ikut, Karena dia sudah IV a,” kata Fidelis.

Karena di situ juga kata Fidelis, disebutkan jenjang fungsional madya. Tidak pernah ada tambahan penjelasan lain di aturan. Sehingga itu kata Dia, dokter Ogie lulus dalam seleksi administrasinya.

Laporan : Tarwan Stanis
Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here