Beranda Pilkada Pedagang Pasar Inpres Ruteng Deklarasi Dukung Heri Nabit

Pedagang Pasar Inpres Ruteng Deklarasi Dukung Heri Nabit

1760
0
Bakal Calon Bupati Manggarai, Heribertus G. L. Nabit saat ke Pasar Inpres Ruteng. (Foto/Adi Nembok)

FLORESPOST.co, Ruteng – Puluhan pedagang Pasar Inpres (Paris) Ruteng, mendeklarasikan dukungan kepada Bakal Calon Bupati Manggarai, Heribertus G. L. Nabit pada Pemilihan Kepala Daerah 2020 mendatang.

Deklarasi para pedagang tersebut berlangsung di Wae Moro, Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (15/12/2019) sore.

Yulius Gunawan, salah seorang pedagang mengatakan, warga Paris yang hadir dalam deklarasi ini berasal dari beberapa wilayah kecamatan di Manggarai. Ada juga para pedagang dari luar manggarai yang sudah lama menetap di Ruteng.

“Kami yang hadir saat ini dari beberapa wilayah di Manggarai. Ada dari Taga, ada dari Ranggi, ada dari Dimpong dan dari kenda. Ada juga pedagang dari Bima, Nusa Tenggara Barat yang sudah lama menetap di Ruteng,” kata pria yang biasa disapa Gun ini.

“Walau cuaca tidak mendukung,tapi karena rasa cinta kepada Kaka Heri,mereka rela datang,” lanjut Gun.

Gun mengatakan, warga Paris Ruteng mengenal Heri Nabit sebagai sosok politisi muda yang tegas dan konsisten dengan sikapnya.

“Inilah yang kami kagumi dari Pa Heri, sehingga kami semua sepakat untuk mendukung dia dalam Pilkada nanti,” tambah Gun.

Pedagang lain, Siprianus mengaku sangat siap mendukung Heri Nabit. Ia berharap jika sudah menjadi Calon Bupati jangan pernah mengumbar janji – janji.

“Kami sudah muak dengan janji-janji. Jika Pa Heri sudah jadi Calon Bupati, kami harap tidak usaha mengumbar janji. Jalankan apa yang rakyat inginkan,” kata Sipri.

Dalam deklarasi ini, Bacabup Heri Nabit juga hadir. Ia didampingi isteri dan sejumlah keluarga.

Pantauan media ini, sebelum ke tempat deklarasi, Heri Nabit dijemput warga di jalan utama menuju Paris Ruteng. Di bawah guyuran hujan, Heri juga diajak berkeliling menemui para pedagang di Paris.

Kehadiran Heri disambut antusias warga. Ia juga menyapa dan menyalami para pedagang yang sedang beratifitas serta mendengarkan berbagai keluhan dan harapan para pedagang.

Dalam sambutan di tempat deklarasi, Heri mengatakan, kemajuan dan kemunduran suatu pembangunan bisa dilihat dari persoalan – persoalan yang terjadi. Jika empat tahun lalu ada persoalan – persoalan dan sampai sekarang persoalan – persoalan itu masih ada bahkan lebih buruk, maka itu disebut kemunduran.

Tetapi jika sebaliknya, persoalan empat tahun lalu tidak terjadi lagi saat ini maka itu disebut kemajuan.

“Yang namanya kemajuan itu, kalau empat tahun lalu ada masalah dan sekarang sudah tidak ada maka itu namanya maju. Tapi kalau empat tahun lalu ada masalah dan sekarang lebih buruk lagi, maka itu mundur. Begitu saja politik ini. Tidak perlu bahasa tinggi untuk berbicara tentang kemajuan,” tandas Heri.

Begitupun berbicara tentang Pasar Inpres Ruteng, yang bisa menilai maju atau mundur bisa dilihat kondisi empat tahun lalu dengan kondisi saat ini.

“Saya tidak mau bicara soal baik buruknya di pasar. Kita semua yang bisa menilai tentang itu. Soal sampah misalnya, kalau sekarang lebih baik ya silahkan. Begitupun drainase, kalau air bekas cuci ikan sudah lancar atau belum jalannya, ya, kita semua yang menila,” kata dia.

Ia juga mengatakan, Pilkada 2020 adalah Pilkada tentang perbaikkan kehidupan terutama kehidupan generasi muda atau anak – anak kita. Karena itu, pemerintahan 2020 harus lebih memperhatikan kesempatan kepada generasi muda atau anak – anak.

“Kita sudah selesai dengan diri kita sendiri. Kita mau pemerintahan 2020 lebih memperhatikan kesempatan pada anak – anak kita,” katanya.

Selain itu, pemerintahan di 2020 juga harus lebih memperhatikan perbaikkan infastuktur jalan.

“Siapapun Bupati 2020, kita mau harus mengembalikan kondisi jalan seperti tahun 2006. Kalau dulu Pa Chris setengah mati bangun jalan. 2010 sudah terbuka semua, 2014 sudah lepas dengan aspal di mana – mana. Banyak sekali. Tapi sekarang sebagian aspal itu sudah hilang. Saya rasakan betul saat Pilkada 2015 enak betul,tidak cape jalan karena aspal semua.Tapi politik sekarang, cape bukan main karena waktu habis di jalan,” urai Heri.

Menurut Heri, jika kondisi jalan buruk maka biaya transportasi akan semakin mahal dan akan berimbas pada masalah lainnya.

“Karena itu tuntutan kita kepada pemerintahan ke depan sederhana saja, pemerintah tidak perlu kasih tambah saya punya pendapatan karena pendapatan itu rejeki kita masing – masing. Tapi pemerintah buat supaya belanja atau pengeluaran atau biaya hidup tidak makin mahal. Caranya harus perhatikan infrastruktur jalan agar ongkos transpor tidak mahal,” tandas Heri.

Deklarasi para pedagang Paris juga ditandai dengan pembacaan pernyataan sikap para pedagang yang dipandu Edi Sanu, Ketua TPS OI Paris Ruteng.

Laporna : Adi Nembok
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here