Beranda Profil Berawal jadi Sukarelawan, Maria Oktaviani Bentuk Yayasan bagi Kaum Disabilitas

Berawal jadi Sukarelawan, Maria Oktaviani Bentuk Yayasan bagi Kaum Disabilitas

700
0
Foto bersama Yayasan Ani's Foundation usai memberikan kursi roda kepada salah seorang disabilitas. (Foto/ Dok. Pribadi)

FLORESPOST. CO, Borong – Kehadiran Yayasan Ani’s Foundation di Flores kini sudah nanyak membantu kaum disabilitas yang ada di pulau Flores, propinsi Nusa Tenggara Timur, khusunya di Kabupaten Manggarai Barat, Manggrai, Manggrai Timur dan Kabupaten Sikka.

Siapa sengka, Yayasan ini terbentuk dari pengalaman pribadi seorang perempuan tangguh saat itu masih berstatus mahasiswa menjadi relawan kemanusian di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia adalah Maria Oktaviani Simonita Budjen.

Maria Oktaviani Simonita Budjen yang kini adalah Direktur yayasan Ani’s Foundation itu pun menceritakan suka duka nya saat merintis yayasan tersebut.

Kepada Florespost.co, Selasa, 7 Januari 2020 lalu, wanita yang biasa disapa Ani itu mengungkapkan kaum disabilitas atau orang-orang dengan keterbatasan fisik atau mental/intelektual, ini sering kali, masyarakat umum mengabaikan keberadaannya, menganggap mereka bukan apa-apa, dan sebagian lainnya memandang mereka sebelah mata atau bahkan sosoknya terlupakan.

Walaupun begitu kata Ani, kaum difabel pun merupakan manusia yang harus dihargai dan dihormati serta dipenuhi haknya.

“Dulu waktu masih kuliah, saya turut serta dalam tim relawan Lombok. Saya tinggal di sana selama 3 bulan. Selama 3 bulan di lombok, saya sering ke kampung-kampung. Banyak sekali orang-orang yang berkekurangan dan butuh perhatian kita,” kata Ani.

Pada tahun 2017 sekembalinya dari Jogja, terlintas dibenaknya akan keberadaan orang-orang dengan keterbatasan fisik (disabilitas) yang ada di pulau Lombok.

“Saya berpikir kalau di Lombok begitu, pasti di daerah Saya (Flores) juga pasti ada,” ungkapnya.

Setahun Ia berkeliling, pertama kali Ani menemukan seorang pasien usia anak-anak dengan hidrosefalus. Anak ini kata Ani, mempunyai kepala sangat besar yang dideritanya selama tiga (tiga) tahun.

“Berkat bantuan teman-teman dan salah satu yayasan dari luar negeri, Saya bawa dia (pasien) ini ke Bali untuk dioperasi,” ujarnya.

Pulang dari Bali, niat tulus untuk membantu sesamanya kaum disabilitas semakin tinggi. Ani mengatakan Ia harus menjadi relawan untuk diri sendiri. Ia pun harus keluar masuk kampung melihat kondisi sahabat-sahabatnya yang berkebutuhan khusus yang selama ini sangat terisolir.

“Di kampung-kampung Saya menemukan begitu banyak pasien, dari mengalami sumbing, tumor dan ada juga yang butuh kursi roda. Untuk kursi roda saat ini saya sedang bagi-bagi untuk adik-adik yang sangat membutuhkan,” kata dia.

Ani berharap kerjasa sama dari pemerintah untuk membantu kaum disabilitas melalui program yang mumpuni serta setia menemani dengan memberikan perhatian yang layak bagi mereka kaum disabilitas.

Laporan : Acong Harson
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here