Beranda Florata News Opini | Apakah RPP Satu Lembar dapat Meningkatkan Kualitas Pendidikan?

Opini | Apakah RPP Satu Lembar dapat Meningkatkan Kualitas Pendidikan?

3260
0
Foto siswa/ Ilustrasi

Oleh: Sumardan Manan Orowala, S.Pd
(Guru MIN TTU)

Salah satu terobosan besar Mendikbud yakni mengurangi beban administrai guru dalam hal ini penyusunan RPP. Hingga kemudian keluarlah surat edaran Mendikbud No 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang terdiri dari empat poin. Salah satu poin penting yakni komponen RPP yang telah diatur dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2017 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah yang mencakup 13 komponen. Kemudian oleh Mendikbud yang baru disederhanakan menjadi 3 (tiga) komponen utama yakni tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian pembelajaran (assesment).

Ketika melihat secara sepintas dan mendengar informasi terkait perubahan tersebut hampir semua guru bersorak ria seolah terbebas dari belenggu yang selama ini menjadi polemik guru. Namun bukan berarti bahwa dengan berkurangnya admnisitrasi menjadi satu hal yang familiar untuk guru tetapi menjadi bahan evaluasi guru dalam pencapaian proses pembelajaran. Untuk itu, ketika kita membaca dengan seksama isi surat edaran tersebut dan memahami poin demi poin sebanarnya sama saja dengan konteks yang sebelumnya ada, hanya saja ada beberapa hal yang tidak perlu dicantumkan.

Mungkin persoalan langkah pembelajaran dan indikator bisa disederhanakan menjadi beberapa aspek tetapi berbeda dengan assesment. Apakah assesment juga disederhanakan? Bisa ya bisa tidak karena pada dasarnya assesment harus dirinci sehingga bisa mengetahui dengan jelas pencapaian kompetensi siswa pada setiap prosesnya. Makanya ketika melihat format RPP satu lembar memang jelas yang isinya bisa satu lembar tetapi lampirannya yang bisa menjadi berlembar-lembar. Karena pada dasarnya melakukan penilaian yang mencakup beberapa aspek seperti yang diutarakan oleh Mendikbud membutuhkan format atau rubrik penilaian, baik sikap, keterampilan maupun pengetahuan. Karena pada dasarnya poin-poin lain yang terdapat dalam surat edaran tersebut juga tidak membatasi hanya dengan satu halaman tetapi bisa menambahkan sesuai dengan kebutuhan. Artinya bahwa guru diberi kebebasan untuk mengolah sedemikian rupa agar pembelajaran dapat tercapai dengan prinsip efektif dan efisien.

Secara sepintas, hal ini juga menjadi wanti-waanti bagi guru dalam mengukur kualitas proses pembelajaran. Karena kebanyakan yang terjadi hingga keluarnya regulasi ini karena adanya keluhan dari guru terkait beban administrasi. Dan sekarang sudah dikurangi menjadi beberapa aspek dengan harapan bisa memaksimalkan apa yang menjadi harapan tercapainya kualitas pendidikan yang lebih baik agar tidak tertinggal dari negara lain. Karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Program for International Student Assesment (PISA) akhir 2018 yang diumumkan oleh The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dengan mengevaluasi pendidikan pada tiga bidang yakni matematika, sains dan literasi.. Pada kategori kemampuan membaca Indonesia menempati urutan ke-6 dari bawah (74) dengan skor rata-rata 371 atau turun dari peringkat 64 pada tahun 2015. Lalu pada kategori matematika Indonesia berada pada peringkat ke-7 dari bawah (73) dengan skor rata-rata 379 atau turun dari peringkat 63 pada tahun 2015. Sedangkan sains Indonesia berada pada peringkat ke-9 dari bawah (71) dengan skor rata-rata 396 atau turun dari peringkat 62 pada tahun 2015. Sementara skor rata-rata dunia untuk literasi adalah 487, matematika 489, dan sains 498. Maka dapat dikatakan bahwa Indonesia masih berada di bawah rata-rata pencapaian dunia.

Dari hasil tersebut di atas sebenarnya sudah jelas bahwa ada niat baik pemerintah dalam membenah arah pendidikan. Dan ini menjadi tugas bersama dari hulu hingga ke hilir agar semua bisa tercapai sesuai dengan harapan. dan ini baru satu aspek dan ada beberapa aspek lain yang perlu ditingkatkan juga. Semoga harapan kita dalam membenah arah pendidikan menjadi satu bagian yang selalu diridhoi oleh Allah.

Catatan Redaksi : Opini kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here