Beranda Florata News BPS Flotim Matangkan Persiapan Jelang SP 2020

BPS Flotim Matangkan Persiapan Jelang SP 2020

191
0
Kornelis Lonek Ama, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Flores Timur. (Foto/ Fp)

FLORESPOST.CO, Larantuka – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Flores Timur terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2020. Salah satunya dengan membangun koordinasi dengan pemerintah daerah Flores Timur.

“Tahapan yang sudah kita bangun di Kabupaten Flotim adalah membangun koordinasi dengan Pak Bupati, Sekda, Ketua DPRD, semua kepala OPD dan Kepala SMA se-kabupaten Flotim,” kata Kornelis Lonek Ama, Kepala BPS Kabupaten Flotim kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (23/01/2020).

Melalui koordinasi yang telah dibangun itu kata Kornelis, bupati Flotim telah mengeluarkan surat himbauan ke setiap instansi pemerintah daerah maupun lintas sektor untuk mendukung jalannya sensus nanti.

Sedangkan untuk tingkatan SMA di radius kota Larantuka kata dia, koordinasi sudah dilakukan hingga mendatangi semua sekolah. Selain itu juga tambahnya, akan ada rapat koordinasi tingkat kecamatan diakhir bulan Januari dan sebelum pelaksanaan sensus penduduk online nanti.

“Disamping itu juga akan ada rapat koordinasi tingkat Kabupaten yang menghadirkan semua kepala OPD maupun kepala instansi vertikal terkait,” ungkapnya.

Menurut Kornelis, rapat teknis ini sebagai penyiapan langkah-langkah strategis, sekaligus menjalin koordinasi, pemantapan, evaluasi berbagai bidang pekerjaan terkait SP 2020.

Sensus Penduduk 2020 Mewujudkan Satu Data Indonesia

Kepala BPS Kabupaten Flores Timur, Kornelis Lonek Ama mengatakan, sensus Penduduk 2020 (SP2020) merupakan sensus penduduk ke-7 yang akan segera dilaksanakan pada tahun 2020 ini.

Selain amanat Undang-Undang, penyelenggaraan
sensus penduduk juga direkomendasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui “Principles and Recommendations for Population and Housing Censuses (UN, 2008).

“Kekuatan data sensus penduduk terletak pada kemampuannya menyediakan statistik dasar secara komprehensif dengan beragam kompleksitas perubahannya sampai wilayah administratif terkecil,” kata Kornelis.

Dikatakannya, data sensus penduduk juga bermanfaat sebagai dasar perhitungan parameter-parameter kependudukan, pembentukan kerangka sampel, dan penyusunan proyeksi penduduk Data SP2020 akan sangat bermanfaat bagi perencanaan pembangunan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Untuk menghadapi berbagai tantangan perubahan yang sangat cepat Kornelis menambahkan, pelaksanaan SP2020 akan dilakukan dengan beberapa inovasi yang belum pernah dilakukan pada sensus-sensus sebelumnya.

Ia melanjutkan, salah satu inovasi adalah tradisional, akan beralih ke metode kombinasi (combined method) melalui kependudukan bidang metodologi sensus, dimana selama beberapa dekade menggunakan metode dari Direktorat Jenderal data administrasi pemanfaatan Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Pemanfaatan data administrasi kependudukan untuk kepentingan sensus tambah dia, sesuai dengan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyarankan metode sensus bergeser dari metode tradisional (full canvassing) menuju ke register based census.

“Proses menuju ke full register based census tidaklah mudah sehingga PBB menyarankan untuk menggunakan kombinasi antara pemanfaatan data registrasi dan metode tradisional, sehingga tujuan besar SP2020 nantinya adalah menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju “SATU DATA KEPENDUDUKAN INDONESIA,” jelasnya.

Manfaat data Sensus Penduduk 2020

Manfaat dilaksanakan SP 2020 ini kata mantan Kepala BPS Labuan Bajo dan Nagekeo ini adalah, tersedianya data kependudukan dan karakteristiknya, dasar evaluasi pembangunan nasional dan pembangunan di daerah, sedangkan dasar perencanaan ini jelas dia, di berbagai bidang, yaitu, transportasi, komunikasi, tata ruang dan lingkungan, ketenagakerjaan, politik dan keamanan, kesehatan, sosial budaya, pendidikan, kesehatan dan lain- lain.

“Mekanisme pelaksanaan, sensus penduduk Online (SPO) dilaksanakan mulai tanggal 15 pebruari 31 Maret 2020, dengan cara setiap penduduk diharapkan dapat mendaftar diri sendiri secara online pada link sensus.bps.go.id untuk mendata diri sendiri dan keluarga serta aspek perumahan,” jelasnya.

Sedangkan untuk Sensus Penduduk Wawancara (SPW) kata Kornelis, dilaksanakan mulai tanggal 1-31 Juli 2020, dengan cara akan didatangi oleh petugas sensus dari rumah ke rumah mendata penduduk yang belum melakukan sensus online.

Laporan : Tarwan Stanis
Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here