Beranda Florata News Serangan Hama Tanaman Jagung di Witihama Capai 540 Hektar

Serangan Hama Tanaman Jagung di Witihama Capai 540 Hektar

112
0
Yohanes Nama Dalot, Kepala BPP Sinar Timur Witihama. (Foto/ FLORESPOST)

FLORESPOST.CO, Adonara – Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Sinar Timur Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, mencatat luas lahan tanaman jagung yang diserang hama ulat pucuk jagung atau ulat grayak frugiperda (UGF) di Kecamatan Witihama mencapai 520 hektare, tersebar di sejumlah desa sejak memasuki musim hujan.

Hama ini ditemukan setelah pada tanggal 18 Januari 2020 timnya menyusuri dataran Desa Tuwagoetobi hingga menuju ke desa Pledo, dusun Meko, ditemukan hama ulat pucuk yang menyerang tanaman jagung milik warga.

“Atas kasus ini, pada tanggal 21 Januari 2020, kami telah menggelar rapat pengendalian pemberantasan hama tersebut,” kata Yohanes Nama Dalot, Kepala BPP Sinar Timur Witihama kepada Florespost.co, Rabu (22/01/2020).

Untuk pemberantasan jelas Yohanes, akan dilakukan secara hamparan tidak dilakukan secara perorangan. Sehingga pihaknya akan terbagi dalam beberapa kelompok yang akan menyebar ke setiap desa yang ada di kecamatan Witihama.

Hama ulat pucuk daun menyerang tanaman jagung milik warga Desa Lewopulo. (Foto/Fp)
Hama ulat pucuk daun menyerang tanaman jagung milik warga Desa Lewopulo. (Foto/Fp)

Dari data yang tercatat oleh BPP Sinar Timur Witihama, setiap desa terserang hama ulat pucuk jagung mencapai 27 hingga 30 hektare.

“Hama ulat pucuk jagung yang menyerang milik petani di Witihama, teridentifikasi berjumlah 70 sampai 80 orang setiap desa,” kata Dia.

Sedangkan khusus tanaman jagung yang ada di kecamatan Witihama kata Yohanes, seluas 2009 hektar. Waktu penanaman (jagung) khususnya di Witihama jelasnya, terjadi pada tanggal 3 Januari hingga 8 Januari 2020.

Antisipasi Rawan Pangan

Sementara itu, Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli usai melakukan penanaman pohon di desa Lewopulo, Kecamatan Witihama bersama dengan gerakan Pramuka setempat mengatakan, ulat pucuk daun tersebut menyerang hampir 1/3 tanaman jagung petani Flores Timur.

“Saya sudah meminta Kepala Dinas Pertanian untuk menggerakkan seluruh pasukannya melakukan pembasmian hama,” kata wakil bupati.

Jika keadaannya meluas kata Wabup Agus Boli, dilaporkan sebagai keadaan bencana, agar pemerintah mengambil keputusan dengan melakuakan penanganan-penanganan darurat seperti pergantian bibit dan lain sebagainya untuk mengantisipasi rawan pangan di Kabupaten Flores Timur.

Laporan : Tarwan Stanis
Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here