Beranda Florata News Inspektorat dan DPMD Kembali Memeriksa Proyek Jalan Desa Mokel

Inspektorat dan DPMD Kembali Memeriksa Proyek Jalan Desa Mokel

756
0
Tim pemeriksa sedang menggali badan jalan akibat ditumbuhi rerumputan. (FOTO/ACONG HARSON)

FLORESPOST. CO, Borong – Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( DPMD) Kabupaten Manggarai Timur Kembali memeriksa lapis penetrasi jalan Pedak-podol desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Rabu (22/01/2019).

Pantauan FLORESPOST-CO di lokasi, tim inspektorat melakuakan pengukuran badan jalan, mulai dari pengukuran terhadap lebar badan jalan, ketebalan aspal serta deker, yang pengerjaannya bersumber dari dana desa.

Tampak di beberapa titik badan jalan di tumbuhi keladi dan rumput. Kondisi ini pun membuat pihak pemeriksa menggali dan memeriksa secara detail menggunakan linggis.

Menurut informasi yang diperoleh media ini melalui warga setempat menyampaikan, pengerjaan jalan ini digilas menggunakan vibro kecil dan ditarik menggunakan mobil.

Salah seorang warga desa setempat Sabinus Modo (pelapor) mengungkapkan, proyek tersebut bersumber dari dana desa dengan besaran Rp 723.700.000 juta, Ia juga mendesak agar dikerjakan kembali dengan memperbaiki seluruh kerusakan yang ada.

“Mereka harus bertanggung jawab dengan peroyek ini, harus dikerjakan ulang, apalagi sampai ditumbuhi keladi, seperti itu sangat miris sekali,” kata Sabinus.

Inilah kondisi badan jalan Pedak-podol desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Foto – Rabu (22/01/2019).

Dirinya juga mengharapkan agar hasil pemeriksaan ini harus di publikasikan juga ke masyarakat agar mereka juga mengetahuinya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Inspektorat Matim karena sudah menjawab aduan kami, kami berharap agar hasilnya juga maksimal,” ujarnya.

Usai pemeriksaan di jalan Pedak-Podol tim Pemeriksa menuju ke dusun Lemo untuk memeriksa lokasi sebagai mana yang di laporkan masyarakat Lemo di Kantor Bupati Manggarai timur beberapa minggu yang lalu.

Salah satu toko masyarakat Dusun Lemo Fansius Jebarus mempertanyakan material pasir yang ada di beberapa titik di kampung Lemo yang sejak tahun 2019 tidak ada kejelasannya.

“Material pasir yang sudah ada ini sejak 2019 lalu, tapi tidak jelas. Pasir ini mau buat apa, kami tanya RAB di salah satu anggota BPD di Dusun Lemo tapi dia tidak memberikannya. Pasir ini yang membuat kami merasa bingung, karena tidak ada kejelasan. Tanpa sepengetahuan kami kontraktor lansung muat waktu itu turun di lokasi,” kata Fansius.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya dengan pernyataan bendahara desa Mokel, Yulius Sariman disalah satu media saat itu.

“Ia mengatakan bahwa kami yang melapor ke Inspektorat, ada kaitannya dengan politik. Sepertinya Ia memperovokasi kami,” ungkapnya.

Menurut Sabinus Modo bendahara desa Mokel kecamatan Kota Komba diduga merangkap jabatan sebagai Guru Bosda dan bendahara Desa

Sementara itu sekretaris Desa mokel Ambrosius Rapen kepada media ini menjelaskan terkait pembatalan proyek rabat beton di dusun Lemo, belum ada pekerjaan sama sekali sejak tahun 2019, karena sudah memasuki tutup tahun.

“90 meter untuk material yang sudah muat, tetapi belum di kerjakan sama sekali,” jelas Ambrosius.

Beberapa awak media pun mencoba mengkonfirmasi kepada tim pemeriksa, Inspektorat dan DPMD Manggarai Timur, namun menurut mereka dari hasil pemeriksaan ini akan analisis terlebih dahulu sehingga nanti akan disampikan hasilnya.

Laporan: Acong Harson
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here