Beranda Florata News Pipa Air Rusak, Warga Liang Buah Konsumsi Air Limbah Buangan Warga kota...

Pipa Air Rusak, Warga Liang Buah Konsumsi Air Limbah Buangan Warga kota Ruteng

155
0
Foto Ilustrasi

FLORESPOST. CO,Ruteng -Sedikitnya 500 Kepala Keluarga (KK) dari tiga kampung di desa Liang Buah, kecamatan Rahong Utara, kabupaten Manggarai terpaksa mengkonsumsi air hasil limbah buangan warga dari kota Ruteng.

Padahal, sebelumnya warga desa Liang Buah mengonsumai air minum yang bersumber dari mata air Wae Nunang. Namun sejak beberapa tahun terakhir pipa-pipa air yang dipajang di halaman kampung mereka tidak lagi mengeluarkan air.

Salah seorang warga desa setempat yang enggan namanya ditulis itu mengakui, sejak proyek pelebaran jalan, semua pipa yang memasok air minum bersih ke kampung Golo Manuk rusak digilas alat berat milik Kontraktor.

Akibatnya warga harus menimbah air minum di kali Wae Racang yang merupakan muara dari kali Wae Ces, dan Wae Garit hasil limbah buangan warga yang melalui kota Ruteng.

“Jadi kondisi ini sudah lama pak, kami terpaksa harus mengonsumsi air buangan dari Ruteng,” kata salah seorang warga kampung Golo Manuk, desa Liang Buah kecamatan Rahong Utara, ketika ditemui Florespost.co di rumahnya Sabtu (25/1/20).

Ia mengaku kesulitan air ini juga sejak pelebaran Jalur Wae Racang menuju stasi Teras dikerjakan beberapa tahun lalu.

Dirinya menambahkan, warga yang mengonsumsi air dari kali Wae Racang, bukan hanya warga kampung Golo Manuk, tetapi juga ada dua kampung lain yang bernasib sama yakni, warga kampung Rampa Sasa dan kampung Teras.

“Kami ini konsumsi air limbah dari kota Ruteng sejak lama pak, bayang saja kali Wae Ces lewat kota Ruteng, Kali Wae Garit juga, nah dua kali ini bermuara di Wae Racang yang jadi sumber air minumnya kami sekarang,” jelasnya.

Kondisi tersebut juga dikeluhkan Albert salah seorang warga lain. Ia bahkan mengkhawatirkan kondisi air minum yang dikonsumsi warga selama ini yang disebutnya bisa mempengaruhi kesehatan mereka ke depannya.

“Saya khawatir dengan limbah warga kota yang dibuang begitu saja ke kali, lalu muaranya kan di sini dan itu yang kami konsumsi selama ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga terpaksa mengonsumsi air kali karena tidak ada sumber mata air lain yang bisa dijadikan sumber air minum warga.

Untuk itu ia berharap pemerintah kabupaten Manggarai segera memperhatikan nasib mereka.

“Terutama untuk air minum ini sekali pak,” ungkapnya.

Laporan : Tonny
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here