Beranda Florata News Pemkab Manggarai Salurkan Bantuan Bibit Babi

Pemkab Manggarai Salurkan Bantuan Bibit Babi

486
0
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai,Konstantinus Dan. Foto (Adi Nembok/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Pemerintah Kabupaten, Propinsi Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Peternakan (Disnak) menyalurkan bantuan bibit babi ke sejumlah kelompok peternak.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai, Konstantinus Dan kepada wartawan, Senin (3/2/2020) menjelaskan, bantuan bibit babi tersebut diberikan ke 70 kelompok peternak yang tersebar si hampir seluruh wilayah Kabupaten Manggarai.

Jumlah bibit yang disalurkan sebanyak 770 ekor dengan rincian babi jantan 70 ekor dan babi betina 700 ekor. Selain babi, Disnak juga menyalurkan bantuan kerbau sebanyak 60 ekor untuk 10 kelompok.

“Penyaluran bantuan bibit ini untuk menjawab permintaan kelompok-kelompok tersebut,”kata Konstan.

Sumber dana untuk pengadaan bibit babi tersebut, katanya, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2019. Dan bibit-bibit babinya didatangkan dari Solo dan Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Lebih lanjut Konstan mengatakan,pihaknya memutuskan untuk mendatangkan bibit dari luar daerah agar memperbaiki genetik lokal.

“Kan banyak kita punya babi lokal, tapi perkembangannya lambat. Bagaimana kalau kita intervensi seperti itu agar ada perbaikan mutu. Begitu juga ternak besar kita datangkan dari luar,” jelas Konstan.

Terkait penyaluran bantuan yang baru dilakukan pada tahun 2020 ini, Konstan menyebut kalau hal tersebut semata-mata untuk mengurangi angka kematian ternak.

Pasalnya, tahap bantuan pertama, banyak keluhan yang disampaikan masyarakat terkait banyaknya bibit babi yang mati.

“Tahap satu banyak keluhan dari masyarakat. Belum berdaptasi dengan baik, sampai ke tangan masyarakat banyak yang mati,” katanya.

Untuk tidak terjadi hal serupa, maka bibit-bibit yang didatangkan pada tahap kedua sekitar bulan desember 2019, pihaknya memutuskan untuk merawat sementara di UPTD Pagal, Kecamatan Cibal.

“Kita rawat dulu. Setelah beradaptasi dengan situasi di sini dan kita pastikan kondisinya baik,baru didistribusikan. Untuk pakan babi selama perawatan, kita minta bantuan kontraktor dan yang bersangkutan menyanggupinya,” katanya.

“Kalau soal regulasi, Saya pikir ya namanya kebijakan. Kan sayang juga kalau dipaksakan untuk disebar terus banyak yang mati. Ada limit waktunya tidak terlalu lama. Itu hari juga kita ada perpanjangan waktu,” jelas Kons.

Laporan : Adi Nembok
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here