Beranda Florata News Persiapan SP2020, BPS Flotim Gelar Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan

Persiapan SP2020, BPS Flotim Gelar Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan

91
0
Kornelis Lonek Ama, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Flores Timur. (Foto/FP)

FLORESPOST.CO, Larantuka – Dalam rangka mematangkan perencanaan dengan data berkualitas pada Sensus Penduduk 2020 (SP2020), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Flores Timur menggelar rapat koordinasi bersama tingkat kecamatan.

Rapat koordinasi ini berlangsung di aula kantor Camat Larantuka, dengan dihadiri oleh seluruh lurah se Kecamatan Larantuka, Senin (3/2/2020).

Sementara itu sekretaris Camat Laranruka, Ir. Aloysius Riberu dalam sambutannya pada acara pembukaan tersebut menyampaikan, pada pelaksanaan SP2020, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan inovasi dan pembaruan metode dibandingkan enam sensus penduduk sebelumnya.

Alyosius Riberu, Sekretaris Camat Larantuka. (Foto/Tarwan/FP)

Dijelaskannya, Sensus Penduduk 2020 akan dilaksanakan dalam dua periode. Periode pertama kata dia, adalah Sensus Penduduk Online, yaitu seluruh Penduduk Indonesia dapat secara aktif mengisikan data kependudukannya secara mandiri melalui halaman website sensus.bps.go.id pada 15 Februari s.d. 31 Maret 2020.

“Kami harapkan Bapak/Ibu sekalian dapat berperan dalam mengikuti Sensus Penduduk Online serta dapat membantu menyebarkan dan mengajak penduduk untuk aktif mengisi Sensus Penduduk Online,” harapnya.

Sedangkan periode kedua jelas dia, yaitu kegiatan verifikasi dan pencacahan lapangan yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 s.d. 31 Juli 2020. Sebelum dilakukan pencacahan lapangan akan dilakukan verifikasi lapangan.

“Pada kegiatan verifikasi lapangan, petugas sensus akan melakukan pengecekan keberadaan penduduk berdasarkan daftar penduduk, pengecekan ke lapangan, dan penyisiran bersama ketua/pengurus satuan lingkungan setempat,” ungkapnya.

Dikatakannya, sementara pada tahap pencacahan, petugas sensus mendata penduduk yang belum melakukan Sensus Penduduk Online.

“Kami harapkan Bapak/Ibu dapat membantu untuk melancarkan proses verifikasi dan pencacahan lapangan ini. Oleh karena itu pelaksanaan SP2020 ini sangat membutuhkan keterlibatan kita, terutama aparat pemerintah wilayah administrasi terkecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Dijelaskannya, kunci sukses penyelenggaraan SP2020 adalah koordinasi intensif dengan setiap Kementerian/Lembaga dan Organisasi Perangkat Daerah (K/L dan OPD), serta jajaran pemerintahan pusat dan daerah. Baik sensus penduduk online maupun wawancara tambah Dia, akan melibatkan Lurah, Kepala Desa, dan Ketua/Pengurus Satuan Lingkungan Setempat (SLS) terkecil (RT, RW, Dusun, Jorong, Lingkungan dan sebagainya).

“Oleh karena itu, saya menginstruksikan kepada lurah dan kepala desa di Kecamatan untuk memberi dukungan dalam kegiatan SP2020,” harapnya.

Metode Kombinasi SP2020

Sementara itu Kepala BPS Flotim Kornelis Lonek Ama usai kegaiatan itu kepada wartawan menjelaskan, bahwa SP2020 adalah pendataan penduduk/warga secara menyeluruh yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan dijamin kerahasiaannya.

SP2020 yang akan dilaksanakan ini, ungkapnya, bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakterisitik Penduduk menuju Satu Data Kependudukan Indonesia. Sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan diberbagai bidang antara lain, Pendidikan, Kesehatan, Perumahan, Tenaga Kerja dan bidang lainnya.

“Sensus untuk mengetahui kebutuhan infrastruktur seperti, jumlah dan fasilitas sekolah, kesehatan, dan fasilitas komunikasi seperti jaringan telekomunikasi telepon dan internet memadai serta infrastruktur lainnya,” tandas dia.

Kepala BPS Flotim ini mengemukakan, Sensus Penduduk tahun 2020 atau dengan istilah SP 2020 adalah sensus penduduk ke-7 kalinya sejak pertama kali dilakukan pada tahun 1961. Sensus penduduk bertujuan menyediakan data jumlah komposisi distribusi dan karakteristik penduduk.

Kornelis Lonek Ama, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Flores Timur. (Foto/Tarwan/FP)

“Ada yang baru pada sensus penduduk tahun 2020. Jika yang terdahulu setiap penduduk dicatat oleh petugas secara door to door, maka SP2020 nantinya menggunakan metode kombinasi seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi informasi,” turut dia.

Lebih lanjut Kornelis menjelaskan bahwa metode kombinasi itu menggunakan data registrasi penduduk dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil dan pencacahan lapangan dengan tujuan mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa, metode kombinasi itu menggunakan data registrasi penduduk dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil dan pencacahan lapangan dengan tujuan mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia.

“Jadi, seluruh penduduk nantinya dapat melakukan pemutakhiran data kependudukan masing-masing secara online melalui website Sensus Online. Bagi warga yang tidak dapat melakukan secara online, maka petugas BPS akan mendatangi rumah warga untuk melakukan pencatatan pada bulan Juli 2020 mendatang,” jelas Kornelis.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan SP 2020 ada tujuh tahapan yang dilakukan. Pertama, koordinasi dan konsolidasi, kedua penyiapan basis data dasar, ketiga pendataan mandiri atau sensus online, keempat penyusunan daftar penduduk, kelima pemeriksaan daftar penduduk, keenam verifikasi lapangan untuk penduduk yang baru dan penduduk yang diragukan keberadaannya, dan ketujuh pencacahan lapangan bagi yang tidak terdaftar dalam daftar penduduk.

Diakhir rapat ini juga, dilakukan pembacaan komitmen bersama antara para lurah dan kepala desa se Kecamatan Larantuka.

Laporan: Tarwan Stanis
Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here