Beranda Opini Opini | Dua Perempuan di Panggung Politik Mabar

Opini | Dua Perempuan di Panggung Politik Mabar

417
0
Foto/ net

Yang satu bernama Maria Geong (MG), yang lain bernama Andi Riski Nur Cahya (ARNC). Kecuali di Manggarai Barat (:Mabar), punya hanya (mungkin) mengetahui kedua nama itu. Yang satu cukup populis, yang lain baru disebut-sebut. Tak ada yang kenal masing-masing pribadi itu, kecuali orang-orang terdekat.

Di panggung politik Mabar, kedua nama itu mulai disebut-sebut. Kedua politisi itu dikabarkan akan maju sebagai kandidat dalam Pilkada Manggarai Barat 2020. Politik memang panggung semua orang. Tak boleh bias gender. Siapa saja boleh berpartisipasi dalam politik praktis (:right to stand for election).

Maria Geong membuktikan dirinya punya kapasitas sebagai Wakil Bupati Manggarai Barat, mendampingi Bupati Agustinus Ch. Dula. Sebuah komposisi yang apik secara politis. Jelas, politik bukan hanya urusan dua pria. Politik tak mesti malestream. Faktanya, bupati dan wakil bupati itu mampu melewati semua dinamika politik dengan kepala tegak.

Dinamika politik Mabar memang sangat pelik. Semua kepentingan bertumbuh di sana. Bukan saja urusan makro pembangunan, urusan mikro percaloan juga menjamur. Semua ingin mengambil untung dari industri turistik. Di tengah-tengahnya ada pemerintah (bupati dan wakil bupati) yang arif meladeni semua kepentingan.

Sayangnya, mengutip Rocky Gerung, demokrasi bertumpu pada prinsip “keutamaan warga negara”(Goenawan Mohamad, et all, 2011). Itu berarti peliknya dinamika politik Mabar, tetap kepentingan masyarakat-lah menjadi tujuan utama. Politik harus ditarik pada anasir-anasir yang mensejahterakan masyarakat Mabar.

Bersama Bupati Gusti Dula (sapaan tenarnya), Maria Geong sudah bisa mendetak bungkusan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat. Melalui kebijakan publik, tingkat kemiskinan di Mabar berangsur-angsur rendah. Kerja politik ini mesti diberi apresiasi.

Presiden Jokowi tak mampir di Labuan Bajo, apabila kerja kebijakan publik pemimpin Mabar tak becus. Investasi pariwisata Mabar tak hadir, apabila pemimpin Mabar tak “ramah” kepada investor. Wisatawan pun tak betah, apabila pemimpin Mabar tak sentuh orientasi pembangunan kawasan wisata, et cetera.

Pemimpin Mabar, Gusti Dulla dan Maria Geong, telah berbuat banyak untuk masyarakat Mabar. Sebagai wakil bupati, Maria Geong punya andil penting dalam meramu kebijakan yang bepijak pada kepentingan “rumah tangga” Mabar. Toh, politik tidak seperti kata Protagoras (485-410 SM), man is the measure of all things. Politik adalah urusan laki-laki dan perempuan yang berjuang demi keadilan bagi masyarakat.

Atas rumusan politik itu, Maria Geong adalah salah satu pejuang keadilan di Mabar. Atas predikat itu, cukup rumit untuk membandingkan secara“aple to aple”antara MG dan ARNC. Keduanya memang sama-sama politisi perempuan. Satunya sebagai wakil bupati, yang lain sebagai anggota DPRD Mabar dari Partai PPP. Keduanya sama-sama punya cakar politik di ruang publik Mabar.

Bedanya, secara publistas, MG lebih unggul tinimbang ARNC. Andi Riski Nur Cahya tampak tak terlihat di lensa publik. Ucapan dan terobosan politiknya tampak blur di ruang publik. Di basis konstituennya mungkin ia dikenal, tetapi ia tidak “ada”ruang publik. Padahal, politisi itu selain menguliti isi kebijakan pemerintah, pikiran politik-negasi/afirmasi-nya harus juga tercacah di ruang publik.

Mungkin saja ARNC baru memulai karirnya di politik legislatif. Ia baru meyakinkan diri untuk berjuang bagi kaumnya. Persisnya kata dia, “yang pasti kepentingan perempuan anak di Mabar pasti nomor satu. Tentu ada harapan besar dari semua perempuan di pundak saya untuk memperjuangkan kesejahteraan…” (Pos Kupang, 26/8/2019). Karena ia baru mulai tekadnya, jejak digitalnya pun masih tipis.

ARNC baru mulai “naik daun” kala ia dikabarkan akan mengikuti kandidasi politik Pilkada Mabar 2020. Sebagai bakal calon wakil bupati, ia akan berpasangan dengan Ferdinadus Pantas (politisi yang sering muncul di setiap Pilkada Mabar). Fenomena ini cukup berbeda dengan political marketing strategy pada politisi lain: biasanya takaran pengalaman dan popularitas-lah yang menentukan seorang politisi ikut kontestasi politik atau tidak.

Mantan anggota parlemen Zimbabwe, Margaret Dongo, pernah berpesan: “sebagai anggota parlemen perempuan, kami perlu membagi pengalaman kami… Pada kesempatan, pada setiap forum, masing-masing dan setiap saat kami harus membagi informasi, gagasan, pengetahuan. Kami harus yakin bahwa perempuan adalah orang yang paling banyak memiliki informasi dalam masyarakat” (Gehan Abu-Zayd, et al, 1998, Women In Parlemen: Beyond Numbers).

Dugaannya, Maria Geong dan Andi Riski Nur Cahya punya keteguhan hati seperti Margaret Dongo, yakni berbagi pengalaman (juga berjuang secara politik) demi keadilan bagi semua orang. MG ingin terus melanjutkan kepemimpinan, ARNC tak ingin berhenti sebaga anggota dewan terhormat di Manggarai Barat. Ujung politiknya sama: bonum communae, kemaslahatan orang banyak.

Bagi MG, langkah politiknya tampak kian mantap. Semangat pengabdiannya menjadi batang tubuh pada perjuangan politik Pilkada Mabar 2020. Sementara ARNC harus terseok-seok karena tersandra kasus dugaan penggelapan uang. Ia dilaporkan ke polisi pada perkara jual-beli tanah (bdk. berita “Bakal Calon Wakil Bupati Manggarai Barat Dilaporkan Ke Polisi”, www.victorynews.id, 31/1/2020).

Politisi Andi Riski Nur Cahya harus menghadapi itu. Kasus itu memang tak ada hubungannya dengan politik, tetapi berdampak secara politis. Persoalan privat tetapi berdampak secara publik. Ya, seperti tagline feminisme juga, the personal is political. Jelasnya, persepsi politik publik akan diulik sedemikian rupa dalam balutan kampanye “Pemimpin Bersih”.

Tetapi itulah politik, penuh konsekuensi. Calon pemimpin harus memiliki wajah malaikat meskipun ia bukan malaikat. Setiap pemimpin politik, pada dirinya, mesti menjadi medium pencipta kesejahteraan rakyat, bukan calo transaksi kepentingan politik semata.
Sekian!


Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here