Beranda Florata News Sekretaris RSUD Ruteng Diperiksa Bawaslu

Sekretaris RSUD Ruteng Diperiksa Bawaslu

999
0
Sekretaris Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Ben Mboi Ruteng,Kabupaten Manggarai,Maksimilianus Kolbey. Foto (Adi Nembok/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Sekretaris Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Ben Mboi Ruteng,Kabupaten Manggarai, NTT, Maksimilianus Kolbey, Jumat (7/2/2020) diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Manggarai.

Mili Kolbey diperiksa, terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN menjelang Pilkada Manggarai September 2020.

Pantauan media ini, Mili ke Kantor Bawaslu Manggarai menggunakan mobil Toyota Fortuner warna hitam dengan nomor polisi B 1969 BJP.

Mili diperiksa sekitar pukul 10.00 wita, di ruangan Hukum dan Penanganan Pelanggaran (HPP) oleh dua komisioner Bawaslu masing Fortunatus Alfan Manah dan Herybertus Harun. Pemeriksaan mantan Lurah Bangka Leda ini baru berakhir sekitat pukul 11.30 wita.

Usai diperiksa, Mii Kolbey enggan memberi ketetangan kepada wartawan yang sudah menunggunya.

Komisoner Bawaslu Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Alfan Manah dalam keterangan persnya mengatakan, Mili diperiksa karena dugaan pelanggaran netralitas ASN terkait ajakan untuk mendukung pihak tertentu.

Selain memeriksa Mili Kolbey, kata Alfan, Bawaslu juga sedang memeriksa sejumlah ASN yang diduga melanggar netralitas.

“Kesimpulan dari hasil kerja kami belum bisa disampaikan.Yang pasti sampai saat ini,yang masih kita proses ada tujuh. Kedepan ada satu lagi yang diproses sehingga jadinya delapan. Ada kemungkinan akan bertambah,” jelas Alfan.

Dijelaskan,dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah ASN tersebut berupa ajakan, sosialisasi dan status di media sosial.

Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Herybertus Harun menambahkan, dari delapan ASN yang diperiksa tersebut ada beberapa orang pejabat struktural.

Semua temuan-temuan ini, katanya, berdasarkan hasil pengawasan di tingkat kecamatan. Temuan-temuan kemudian akan diproses lebih lanjut.

Hery juga mengatakan, hasil pemeriksaan atas sejumlah ASN tersebut akan keluar dalam bentuk rekomendasi yang disampaikan ke Bawaslu RI melalui Bawaslu Propinsi NTT. Selanjutnua Bawaslu RI akan berkoordinasi dengan Komisi ASN.

Alfan dan Hery juga meminta dukungan masyarakat untuk melaporkan ke Bawaslu jika menemukan ASN yang melanggar netralitas. Bawaslu juga memastikan akan menindak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, terancam kehilangan pekerjaan.

Perawat berinisial MIN (24) yang bertugas di bagian tata usaha (Sebelumnya di ruangan anggrek), menjadi sasaran ketika suaminya yang nota bene anggota salah satu Partai Politik, memposting status di facebooknya tentang akronim pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati manggarai.

Rupanya, status Facebook suami MIN yang berisisial CC itu mengganggu orang penting di daerah ini, tidak terkecuali Sekretaris RSUD dr. Ben Mboi Ruteng MMK.

Sebagaimana penuturan MIN kepada wartawan, Selasa malam (4/2/2020), bahwa, pada tanggal 20 Januari 2020, sekitar pukul 10.00 wita, ia dipanggil menghadap oleh Sekretaris RSUD dr. Ben Mboi MMK. Saat itu, MMK menanyakan kepada MIN tentang status Facebook suaminya CC.

“Saya bilang saat itu,saya tidak tahu tentang status Facebook itu.Coba tanya langsung saja ke suami saya,” tutur MIN.

Karena tidak puas dengan jawaban MIN, MMK kemudian meminta MIN untuk mengarahkan ayah mertua dan suaminya agar kembali mendukung pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang diduga didukung MMK.

Permintaan MMK dituruti MIN, namun gagal mempengaruhi sikap mertua dan suaminya untuk kembali mendukung pasangan bakal calon yang didukung MMK.

“Saya sudah sampaikan permintaan MMK, jawaban mertua dan suami saya bahwa itu bukan urusan kamu (MIN-red),” kata MIN.

Gagalnya MIN mengarahkan ayah mertua dan suaminnya itu, berdampak pada tidak diperpanjangnya kontrak kerja MIN di RSUD dr. Ben Mboi.

“Percuma kamu datang kerja, karena kamu tidak punya SK untuk tahun ini,” kata MIN menirukan ucapan MMK.

“Saya siap keluar, asalkan ada surat-surat sebagaimana saat pertama kali mengajukan lamaran ke tempat ini,” timpal MIN menanggapi ucapan MMK.

MIN mengaku, dirinya tetap masuk kerja seperti biasa sambil menunggu surat pemberhentian dari RSUD Ruteng.

Laporan : Adi Nembok
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here