Beranda Florata News Tanaman Jagung di Flores Timur Diserang Hama Asal Amerika

Tanaman Jagung di Flores Timur Diserang Hama Asal Amerika

88
0
Ulat Grayak saat menyerang tanaman jagung milik petani di Kelelu, Kecamatan Solor Barat. (Foto/Tarwan)

FLORESPOST.CO, Larantuka – Lahan pertanin rakyat Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 4.585 hektare (ha) kini terserang hama ulat grayak. Ulat jenis spodoptera frugiperda ini berasal dari Amerika tropis.

Serangan ulat ini muncul ketika curah hujan dalam waktu singkat dan panasnya sangat panjang.

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli saat meninjau lahan pertanian milik petani asal Desa Kalelu, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Kamis (6/2/2020) menyampaikan, pasca penanganan beberapa minggu lalu oleh Dinas Pertanian setempat hasilnya belum maksimal.

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli saat meninjau lahan pertanian milik petani asal Kalelu, Solor. (Foto/Fp)

Serangan dari hama yang disebut ulat Grayak tersebut kata wakil bupati, sangat cepat dan ganas. Banyak tanaman jagung milik warga di Solor kata Dia, terancam layu permanen akibat serangan hama tersebut.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Bupati Flores Timur, Antoinus H. Gege Hadjon, ST telah menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena itu menurutnya penanganan harus dilakukan secara intens dengan obat-obatan dan lain sebagainya.

“Dalam perjalan dari Solor Selatan sampai ke Solor Barat saya melihat berpuluh-puluh ha tanaman jagung terancam layu permanen,” ujarnya.

Ini berarti, kata Wabup Agus Boli, Flores Timur kedepan diprediksi akan mengalami rawan pangan. Untuk itu sikap Pemerintah Daerah, menurutnya selain penanganan KLB Ulat Grayak, juga nantinya Bupati Flores Timur akan mengumumkan lagi KBL terkait Rawan Pangan di Kabupaten Flores Timur, jika hama ini belum dapat diatasi. Dengan demikian kedepan penetapan KLB ini diharapkan ada intervensi Pangan dari Pemerintah.

“Karena selain serangan hama ulat Gayak tapi juga curah hujan yang rendah menyebabkan hama ini bertahan dan berkembangbiak secara cepat dan ini merupakan tantangan tersebesar untuk Petani di Flores Timur,” kata Wabup.

Kepada Camat dan para Kepala Desa se-Kecamatan Solor Barat, Wabup Agus Boli mengharapkan adanya intervensi pangan dalam rangka membantu Pemerintah Kabupaten, Pusat dan Provinsi dalam bentuk kegiata Padat Karya Desa dan perkuat pemberdayaan sisi ekonomi sebagai alternative mengatasi kesulitan yang dialami di sektor pangan, termasuk menyiapkan bibit pengganti tanaman seperti kacang-kacangan dan lain sebagainya untuk menggantisipasi opsi tanaman lain.

“Perbanyak Program padat karya di desa,” ujarnya.

Secara adat istiadat dan budaya Ia menyarankan semua elemen di Desa Kalelu untuk melakukan proses ritual adat turunnya hujan, karena diyakini jika cuarah hujannya tinggi maka hama ulat bisa hilang terbawa air dan tidak memiliki kesempatan untuk hidup lagi.

Ia Juga berharap tokoh agama dan umat di daerah ini bersama-sama memanjatkan doa agar diberikan curah hujan yang cukup, sehingga hama ulat bisa hilang dan tanaman dapat tumbuh dengan subur. Sementara itu pada kesempatan itu Wabup Agus Boli memimpin doa bersama masyarakat petani jagung di Desa Kalelu, seraya memohon Tuhan memberikan curah hujan yang cukup sekaligus menjauhkan hama ulat dari tanaman jagung para petani di desa itu.

Ditegaskan penanganan hama Ulat Grayak ini butuh bantuan dan koordinasi dari dinas-dinas dan sektor sektor lain untuk selalu siaga. Demikian juga pengecekan dan laporan harian Petugas Pertanian harus dilakukan secara kontinyu, mengingat 4.585 ha merupakan jumlah yang luar biasa dan mayoritas masyarakat Flores Timur sebagai petani.

“Jika petani mengalami kesulitan, maka sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah untuk mengatasinya dan Pemerintah secara cepat dan tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi para petani. Jadi di desa-desa jika sudah proses APBDes segera lakukan perubahan perbanyak program-program intervensi pemberdayaan ekonomi,” kata Wabup.

Pemerintah turun kata Wabup, bukan saja untuk membantu pencegahan tetapi juga memohon kepada Tuhan agar permasalahan hama ini dapat segera diatasi.

“Namanya Kejadian luar Biasa yaitu ada yang bisa kita tangani tapi ada yang diluar kemampuan kita,” katanya.

4.585 ha Lahan Jagung Petani Flotim Terserang Ulat Grayak

Asisten Administrasi Umum sebagai PLT. Kadis Pertanian dan Ketahan Pangan, Anton Sogen dalam penjelasannya mengatakan 4.585 ha lahan jagung petani milik masyarakat di Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang terserang hama Ulat Grayak, sekitar 520 ha sudah ditangani secara kimia dengan obat-obatan yang sudah disebarkan ke masing-masing lokasi baik di Solor, Adonara dan di Flores Timur daratan.

Sebanyak 68 ha itu kata Anton Sogen, ditangani langsung secara swadaya oleh petani. Sementara penanganan yang dilakukan dengan ritual adat kearifan lokal tambahnya, baru mencapai sekitar 1000 ha. Sampai saat ini, kata Anton Sogen, penanganan terhadap Ulat Grayak di Flotim baru mencapai kurang lebih 50 % dari luas 4.585 ha lahan petani jagung.

Pada kesempatan yang sama Koordinaor Tim Peneliti dari Universitas Nusa Cendana, dr.Ir. Lince Mupun, Msc, menjelaskan keberadaan Ulat Grayak didalam batang jagung, menyerang titik tumbuh tamaman tersebut.

Karena itu menurutnya yang perlu dilakukan sekarang adalah pemantauan yang intens setiap saat, baik oleh petani maupun PPL. Karena itu disarankan, jika ada satu tanaman jagung yang diserang hama langsung dicabut dan dihancurkan, agar tidak menjadi sumber perusak untuk tanaman jagung lainnya.

“Ulat ini berada didalam batang maka pestisida yang disemprotkan juga hanya mengena di daun-daun luar saja. Ada juga Pestisida Sistemik yang bisa masuk ke dalam tapi butuh waktu lama untuk pestisida itu sampai didalam,” jelasnya.

Laporan: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here