Beranda Florata News Masa Sidang II Tahun 2020, Bupati Flotim Ajukan 4 Ranperda

Masa Sidang II Tahun 2020, Bupati Flotim Ajukan 4 Ranperda

59
0
Sidang paripurna DPRD Flotim pada, Senin (10/2/2020), di ruang Sidang Utama Gedung Balai Gelekat Lewotana Larantuka. (Foto/Humas Setda Flotim)

FLORESPOST. CO, Larantuka – Memasuki masa sidang II Tahun 2020, wakil rakyat di DPRD Kabupaten Flores Timur menerima empat (4) buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur untuk dibahas dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur.

Empat Ranperda tersebut, disampaikan melalui penyampaian Nota Pengantar Bupati Flotim dihadapan sidang paripurna DPRD Flotim pada, Senin (10/2/2020), di ruang Sidang Utama Gedung Balai Gelekat Lewotana Larantuka.

Sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Flotim, Mathias Werong Enay, ST dihadiri pula oleh Wakil Ketua I DPRD, Yoseph Paron Kabon, ST, para anggota DPRD Flotim dan Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Flotim.

Adapun 4 Rancangan Peraturan Daerah yang diajukan Bupati Flotim Anton Hadjon antara lain; Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 4 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 11 Tahun 2013 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Asal Kabupaten Flores Timur di Luar Negeri, Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 9 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 16 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dalam Wilayah Kabupaten Flores Timur.

Dalam pidatonya buapti Anton Hadjon menyampaikan, pelaksanaan otonomi daerah telah memberi tanggung jawab yang besar bagi Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Daerah.

Demikian pula kata Dia, dengan berbagai perubahan regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan dinamika kehidupan masyarakat, senantiasa menuntut pemerintah daerah untuk lebih responsif agar penyelenggaraan tugas pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Bupati Anton juga dalam kesempatan itu menjelaskan pokok – pokok materi dalam 4 Raperda yang diajukan, materi tersebut sebagai berikut;

▪ Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 4 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi KependuKependudukandukan dan Pencatatan Sipil.

Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil membawa perubahan terhadap kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah Daerah terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat di bidang pelayanan administrasi kependudukan, sehingga perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Perubahan Peraturan Daerah ini dilakukan untuk melembagakan sejumlah pengaturan mengenai pemanfaatan teknologi informasi untuk menghasilkan validitas data kependudukan, pemenuhan hak anak melalui penerbitan Kartu Identitas Anak, kerja sama atas hak akses data kependudukan untuk perencanaan pembangunan, pembangunan politik dan demokrasi dengan lembaga pengguna dan pengaturan mengenai pembebasan denda administrasi atas keterlambatan pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.

▪ Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 11 Tahun 2013 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Asal Kabupaten Flores Timur di Luar Negeri.

Dengan ditetapkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap materi pengaturan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 11 Tahun 2013 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Asal Kabupaten Flores Timur di Luar Negeri meliputi pengaturan mengenai tugas, kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa serta pembentukan layanan terpadu satu atap untuk mewujudkan efisiensi dan peningkatan kualitas pelayanan bagi calon pekerja migran.

▪ Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 9 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa. Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa pada 3 (tiga) Periode Pemilihan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 telah menunjukkan nuansa demokrasi di desa dengan berbagai dinamika yang melingkupi penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak.

Penguatan regulasi daerah sebagai respon atas permasalahan penyelenggaran pemilihan kepala desa dan penyesuaian terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat mutlak dilakukan agar pada waktunya dengan perubahan peraturan daerah ini, penyelenggaran pemilihan kepala desa semakin berkualitas baik yang menyangkut aspek hukum pemilihan Kepala Desa (electoral law) maupun proses pemilihan kepala desa (electoral process).

Materi perubahan peraturan daerah ini diarahkan untuk mengatur kelembagaan Panitia Pemilihan Kabupaten, pengaturan mengenai Penetapan Pemilih dari tahapan pendaftaran pemilih sampai dengan penetapan Daftar Pemilih Tetap, penyesuaian syarat Calon Kepala Desa yang berkaitan dengan Laporan Kepala Desa baik LPPD, LKPJ maupun Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, ketentuan mengenai Calon Kepala Desa dari anggota BPD maupun pengaturan terkait Status hukum yang disandang baik sebagai tersangka atau terdakwa bagi Calon Kepala Desa Terpilih.

▪ Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 16 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dalam Wilayah Kabupaten Flores Timur.

Penyelenggaran Ketertiban umum di daerah selama ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 16 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dalam wilayah Kabupeten Flores Timur.

Sehubungan dengan perkembangan kondisi sosial masyarakat saat ini, terdapat beberapa asepek kehidupan sosial yang terkait dengan penyelenggaraan ketertiban Umum yakni pemondokan/kontrakan, tertib tempat hiburan dan tertib susila yang belum diatur sehingga melalui perubahan peraturan daerah ini memberikan payung hukum bagi perangkat daerah yang meyelenggarakan urusan ketertiban umum untuk melaksanakan penertiban dan operasi yustisi guna memberikan perlindungan dan jaminan terhadap hak masyarakat atas ketertiban umum. (Humas Setda Flotim/Red*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here