Beranda Pendidikan Fasilitas SMAN 1 Adonara Tengah Kurang Memadai, Disdik NTT Bantu Gedung Toilet

Fasilitas SMAN 1 Adonara Tengah Kurang Memadai, Disdik NTT Bantu Gedung Toilet

479
0
Tim Sarana dan prasarana (Sarpras) Disdik NTT saat meninjau SMAN 1 Adonara Tengah. (Foto/Thomas Ara)

FLORESPOST. CO, Adonara – Sarana dan prasarana sekolah di SMAN 1 Adonara Tengah sampai saat ini masih belum memadai. Fasilitas-fasilitas dasar sekolah seperti ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium belum memadai atau dimiliki oleh sekolah yang saat ini berjalan usia kurang lebih enam tahun (6) tersebut. Padahal, pemenuhan sarana dan prasarana merupakan salah satu standar nasional pendidikan.

Untuk diketahui, hingga saat ini ruangan kelas yang dimiliki oleh SMAN 1 Adonara Tengah adalah, tiga (3) ruang kelas permanen, 3 ruang darurat komite, 3 ruang yang dipinjam dari ruang Paroki Lite. Sedangkan untuk ruang guru dan ruang kepala sekolah pun belum ada.

Kepala SMAN 1 Adonara Tengah Maximus Mamung Gesi menyampaikan, jumlah siswa setiap tahunya bertambah, ini kata Dia, menjadi tantangan besar para guru menghadapi siswanya kedepan.

Dapat Bantuan Toilet dari Disdik NTT

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Nusa Tenggara Timur ( Disdik NTT), melalui tim Sarana dan prasarana (Sarpras) Disdik NTT memberikan bantuan berupa gedung toilet kepada lembaga SMAN 1 Adonara Tengah, melalui bantuan Dana Alokasi Khusus provinsi NTT (DAK) tahun 2020.

Kedatangan tim Sarpras Disdik NTT ini pun diterima secara langsung oleh Kepala SMAN 1 Adonara Tengah Maximus Mamung Gesi, Rabu (05/02/2020).

Maximus Mamung Gesi mengaku senang karena staf Dinas Pendidikan dan kebudayaan langsung mendatangi sekolah asuhanya.

Ketua Tim bagian sarana dan prasarana Disdik NTT Antonius Meko saat melakukan survei di lokasi mengaku prihatin atas kondisi sekolah yang dialami SMAN 1 Adonara Tengah.

Dihadapan rombongan, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa fasliltas SMAN 1 Adonara Tengah masih sangat kekurangan, karena baru memiliki tiga (3) ruang kelas.

‚ÄĚSekolah kami sudah berjalan kurang lebih 6 tahun, namun kami masih banyak kekurangan sarana dan prasarana. Kebutuhan mendesak kami ruang kelas, tetapi kenapa kami mendapatkan bantuan Toilet,” kata Maksi.

Sementara itu, ketua tim Antonius Meko saat memasuki salah satu ruangan kelas darurat yang sedang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar (KBM) pun kaget dan prihatin atas kondisi kelas tersebut.

“Ruang kelas saja begini, masih kurang apalagi kalau kita tanya ruang Laboratorium, ruang Guru dan Ruang Kepala Sekolah,” ujar Anton.

Anton menambahkan akan menindaklanjuti tentang segala kekurangan yang sedang dialami di Sekolah ini.

Laporan Kontributor  : Thomas Ara
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here