Beranda Florata News Pemkab Matim Gelar Apel Siaga Penanganan Bencana

Pemkab Matim Gelar Apel Siaga Penanganan Bencana

107
0
Upacara apel siaga penanganan bencana Pemkab Matim. (Foto/Ist)

FLORESPOST.CO, Borong – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menggelar apel siaga penanganan bencana di halaman utama Kantor Bupati Manggarai Timur, Lehong, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, pada Kamis (14/2/2020).

Dalam apel tersebut Sekertaris daerah Kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan jadi inspektur upacara dengan perwira apel Kabag Ops Polres Manggarai Timur AKP Yohanes Bastian Simon dan Komandan Apel Kasiwas Polres Manggarai Timur Ipda Bagus S. Adinegara.

Turut dihadiri juga oleh Kapolres Manggarai Timur AKBP Nugroho Arie Siswanto, para asisten Setda Manggarai Timur, Staf Ahli Bupati Manggarai Timur, Pimpinan OPD Kabupaten Manggarai Timur, Para Kasat dan Kapolsek Jajaran Polres Manggarai Timur, serta peserta apel terdiri dari TNI ( Anggota Koramil 1612-04 Borong dan Babinsa ), Polri ( Anggota Polres Manggarai Timur, Anggota Polsek Borong dan Anggota Bhabinkamtibmas ), Sat Pol PP Manggarai Timur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Manggarai Timur, Dinas Perhubungan, Tagana dan Perawat/ Medis.

Dalam sambutannya Sekertaris daerah Kabupaten Manggarai Timur menyampaikan, kondisi sekarang sedang memasuki musim penghujan.

Oleh karena itu sesuai dengan instruksi presiden dalam Rakornas penanggulangan bencana tahun 2020 menegaskan, seluruh instansi Pusat dan daerah harus bersinergi untuk pencegahan dan mitigasi bencana, juga pengendalian tata ruang berbasis pengurangan resiko bencana.

“Setiap Gubernur, Bupati dan Walikota harus segera menyusun rencana kontijensi. Penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademi peneliti, dunia usaha, masyarakat dan media massa,” kata Sekda membacakan sambutan instruksi presiden.

Sekda melanjutkan, Panglima TNI dan Kapolri untuk turut serta dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.

BNPB dalam menajemen kedaruratan bencana kata dia, untuk melakukan komando dan koordinasi sesuai dengan klaster klaster termasuk pasca pemulihan Bencana.

“Untuk penyelesaian secara permanen saya memerintahkan seluruh pihak untuk melakukan rehabilitasi lahan dan perbaikan lingkungan, rekayasa teknik, rekayasa sosial, penegakan hukum dan penyadaran kolektif untuk seluruh masyarakat dalam penanggulangan bencana,” tutupnya.

Hal tersebut diatas kata Sekda sesuai dengan amanat undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Laporan: Acong Harson
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here