Beranda Florata News Kontraktor Dipanggil Polisi, Warga Lawir Apresiasi Polres Matim

Kontraktor Dipanggil Polisi, Warga Lawir Apresiasi Polres Matim

1364
0
Pembayaran upah pekerja oleh CV Wae Ces Murni yang dilakukan di kantor Polisi. (Foto/ Acong)

FLORESPOST. CO, Borong – Akibat terlambatnya pembayaran upah pekerja, kontraktor Commanditaire Vennootschap (CV) Wae Ces Murni akhirnya dipanggil oleh aparat kepolisian resor Manggarai Timur, untuk dimintai pertanggungjawaban mereka terhadap nasib upah para pekerja asal Kampung Lawir, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Selasa (18/2/2020).

Gerak cepat oleh aparat kepolisian ini pun diapresiasi oleh warga Lawir. Lantaran laporkan kepolisian yang dilaporkan oleh para pekerja pada, Senin (17/2) kemarin, langsung ditindak dengan cepat.

Pantauan media ini saat di kantor Polisi, Kontraktor CV. Wae Ces Murni dipanggil ke dalam ruangan Reskrim dengan perwakilan dari Dinas Nakertrans.

Setelah melalui proses mediasi dibawah koordinasi Kasat Reskrim Polres Matim Iptu Deddy Seprianus Karamoi, pihak CV. Wae Ces Murni pun bersedia bertanggung jawab dengan membagikan upah para pekerja.

Pembayaran ini pun dilakukan di lantai satu kantor Polres Matim, dengan disaksikan Kanit Tipiter Vicky Dapatalu dan Kanit tipikor Muhamad mad.

Walaupun masih ada pembayaran upah pekerja yang tertunda, namun langkah Polres Matim ini diapresiasi oleh Warga kampung Lawir.

“Om Wartawan, kami sangat berterimah kasih kepada Polres Matim. Kami sangat puas dengan kinerja oleh Polres Matim. Hari ini kami sangat senang langsung ada solusinya. Sekali lagi terima kasih pak Polisi, kami tidak ada apa-apa, tapi kami hanya bawa dalam doa saja,” kata Veronika Deli warga kampung Lawir mengungkapkan kegembiraannya kepada Wartawan di kantor Polisi.

Diberitakan sebelumnya oleh media ini, sebanyak tiga puluh satu (31) pekerja asal kampung Lawir, Kecamatan Pocoranaka Timur datangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Manggarai Timur di Lehong, Senin (17/02/2020).

Kedatangan mereka ini menuntut upah yang belum terbayar oleh CV. CV. Wae Ces Murni, atas proyek pembangunan jalan dan jembatan dengan paket pekerjaan peningkatan jalan Mawe – Lawir – Wae Togong dengan nilai kontrak Rp. 1.500.046.000.00;-.

Sebelumnya, para pekerja ini telah mendatangi kantor PUPR Manggarai Timur untuk meminta agar kontraktor melalui dinas terkait dapat memediasi pekerja dan kontraktor terkait upah tersebut.

Perwakilan pekerja pekerja asal Lawir, Bernadus Bernadus Toger kepada media ini mengungkapkan, upah pekerja bervariasi dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta dari jumlah pekerja yang belum terbayar oleh pihak CV.

“CV. Wae Ces Murni belum membayar ke kami. Kami minta upah kami segera dibayar. Karena demi hak kami, kami harus bolak-balik terus dari Kampung menggunakan kendaraan, itu pun mengeluarkan biaya yang tidak sedkit,” kata Bernadus di kantor Dinas Nakertrans di Lehong, Senin (17/02/2020), sembari mengatakan para pekerja juga ada yang borongan dan juga harian.

Terpisah, Kepala Dinas Nakertans Fridus Jahang, saat dihubung media ini by telephone mengatakan, bahwa berdasarkan kesepakatan dalam surat pernyataan mereka, hari Senin (17/2) kontraktor membayar upah kepada buruh yang belum dibayar, namun kata dia, kontraktornya tidak datang untuk membayar upah tersebut.

“Jadi begini, sebenarnya pembayaran yang kedua hari Senin (17/2) kemarin, sesuai kesepakatan dalam surat pernyataan akan terbayar, namun kontraktor nya tidak datang,” kata Fridus.

Laporan: Acong Harson 

Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here