Beranda Florata News Peringati HPSN, DLH Flotim Lakukan Gerakan Ayo Pungut Sampah di Kota Larantuka

Peringati HPSN, DLH Flotim Lakukan Gerakan Ayo Pungut Sampah di Kota Larantuka

165
0
Staf dan petugas dari DLH sedang melakukan aktivitas pungut sampah di selokan kota Larantuka. (Foto/Ist)

FLORESPOST.CO, LARANTUKA – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Flores Timur melakukan gerakan Ayo Pungut Sampah di Kota Larantuka, Jumat (21/2/2020).

Gerakan tersebut sekaligus menjadi tema Dinas Lingkungan Hidup dalam peringatan HPS 2020.
Selain melakukan aksi bersih-bersih, juga dilakukan kampanye ajakan menjaga kebersihan kepada masyarakat.

Lokasi yang menjadi titik gerakan pungut sampah bersama dinas Lingkungan Hidup menyasar di, Pasar Inpres Larantuka, PPI Amagarapati, Pertokoan, Pelabuhan, dan Taman Kota Larantuka.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Deddy Gedeona mengatakan, sebelum puncak HPS Nasional, gerakan pungut sampah juga sudah dilakukan secara internal DLH di sepanjang pesisir pantai Susteran Lebao dan Pantai Meting Doeng.

Pada puncak HPS nasional 2020 ini kata Deddy, Dinas Lingkungan Hidup melibatkan seluruh OPD di lingkup pemerintah Kabupaten Flores Timur dan menggandeng instansi vertikal seperti, Kodim 1624/Flotim, Kejaksaan, Pengadilan dan Polres Flotim, untuk melakukan aksi gerakan pungut sampah.

Kodim 1624/Flotim, Polres Flotim dan petugas dari DLH sedang melakukan Gerakan Pungut Sampah di Pasar Inpres Larantuka. (Foto/Ist)

“Dengan adanya Hari Peduli Sampah Nasional, diharapkan kepedulian masyarakat khususnya kota Larantuka terhadap sampah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga Deddy mengingkatkan kepada masyarakat Flores Timur untuk dapat mengelola dan memilah sampah sendiri di lingkungan tempat tinggalnya sebelum dibuang ke tempat pengolaan Akhir Sampah (TPA).

Sejarah Hari Peduli Sampah Nasional

Dilansir melalui www.dlh.paserkab.go.id/,
hari Peduli Sampah Nasional diperingati setiap tanggal 21 Februari. Kementerian Negara Lingkungan Hidup mencanangkan 21 Febuari 2006 sebagai Hari Peduli Sampah untuk pertama kalinya.

Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

Pada peristiwa naas tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah.

Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi.

Sampah menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat global. National Geographic melaporkan masing-masing kota di dunia setidaknya menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton setiap tahun. Diperkirakan oleh Bank Dunia, pada tahun 2025, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton.

Dalam laporan sebuah penelitian yang diterbitkan di Sciencemag pada Februari 2015 menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua di dunia penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa fakta tentang sampah nasional pun sudah cukup meresahkan.

Menurut Riset Greeneration, organisasi nonpemerintah yang telah 10 tahun mengikuti isu sampah, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun. Di alam, kantong plastik yang tak terurai menjadi ancaman kehidupan dan ekosistem.

Terkait persoalan sampah, Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan Indonesia akan bebas sampah pada tahun 2020. Hari peduli sampah dijadikan momentum untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle) dalam pengelolaan sampah.

Laporan: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here