Beranda Nusantara Pusat Informasi Terpadu COVID-19 Dibuat untuk Tangkal Hoaks

Pusat Informasi Terpadu COVID-19 Dibuat untuk Tangkal Hoaks

46
0
jumpa pers yang digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2). (Foto/KSP)

FLORESPOST.CO, JAKARTA – Ratusan kabar bohong atau hoaks menghiasi pemberitaan selama penyebaran virus corona atau COVID-19. Kantor Staf Presiden (KSP) menemukan 102 kabar bohong terkait penyebaran virus Corona.

“Saya mohon semua pihak menghentikan dan tidak mengembangkan hoaks. Pemerintah memiliki kesiapsiagaan terhadap wabah ini, termasuk agar tidak berjangkit di Indonesia,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2).

Penjelasan itu disampaikan Moeldoko usai Rapat Tingkat Menteri soal Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Penanganan COVID-19 bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi.

Kepala Staf Kepresidenan RI Dr. Moeldoko saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dihadiri Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menko PMK Muhadjir Effendy di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (17/2).

Selain itu, pencegahan dan penanganan dampak COVID-19 tetap menjadi perhatian pemerintah. Menurut Moeldoko, meski observasi terhadap WNI dari Wuhan sudah berakhir namun pandemik belum selesai. Masyarakat juga dinilai merespon baik pemulangan WNI ke daerahnya masing masing karena tidak ada penolakan.

“Mereka juga kami pantau melalui Dinas Kesehatan di masing- masing daerah peserta,” ujar Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan.
Terawan menambahkan hingga hari ini, Kementerian Kesehatan telah memeriksa 104 spesimen.

Sampel spesimen itu diperoleh dari 39 Rumah Sakit dari 19 provinsi. 102 spesimen dinyatakan negatif dan dua spesimen dalam proses pemeriksaan.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menegaskan KBRI terus memantau tiga WNI yang tidak dapat dievakuasi ke Indonesia. Kebutuhan logistik juga akan dipenuhi oleh KBRI di Beijing. Kemenlu juga memperoleh informasi, para mahasiswa akan mulai kembali belajar pada awal Maret.

“Dengan asumsi wabah sudah mereda,” ujar Retno. (ksp.go.id/red*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here