Beranda Pendidikan Komisi C Desak Pemprov NTT Perhatikan SMAN Adonara Tengah

Komisi C Desak Pemprov NTT Perhatikan SMAN Adonara Tengah

562
0
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Flores Timur Muhidin Demon Sabon foto bersama dengan perwakilan guru SMAN Adonara Tengah. (Foto/ Thomas)

FLORESPOST.CO, Larantuka – Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Flores Timur (DPRD Flotim) mendesak pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), agar memperhatikan kondisi sekolah di SMAN Adonara Tengah yang saat ini sangat memprihatinkan.

Hal ini ditegaskan ketua Komisi C DPRD Kabupaten Flores Timur Muhidin Demon Sabon, saat menerima perwakilan guru SMAN Adonara Tengah di ruang kerjanya, Jumat (14/2/2020) lalu.

Muhidin Demon menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan guru tersebut dan berjanji akan menindaklanjutinya.

“Kehadiran para guru ini tidak main -main. Ini artinya mereka sangat membutuhkan. Jadi kami berupaya melalui Pemda Flotim, agar mendesak pemerintah provinsi segera perhatikan SMAN 1 Adonara Tengah,” tegas Demon Sabon.

Menanggapi SMA / SMK telah diambil alih oleh Provinsi, politisi Partai Gerindra ini menuturkan, bahwa sekolah atau fasilitas pendidiksn di wilayah Flotim menjadi tanggung jawab bersama.

“Ini panggilan bersama kita untuk gelekat lewo. Dari sekolah ini akan melahirkan pemimpin kita kedepan, tidak terlepas dari mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Matias Werong Enay menyampaikan, persoalan pendidikan di Flotim, termasuk kekurangan sarana dan prasarana menjadi persoalan serius. Oleh karena itu dirinya meminta agar persoalan ini segera diatasi.

“Kami akan membawa aspirasi para guru ini ke Pemda Flotim, DPRD NTT dan Pemprov NTT melalui dinas Pendidikan NTT, agar tahun ini segera diatasi segala kekurangan yang ada di SMAN Adonara Tengah,” kata Werong Enay.

Pinjam Ruangan Kelas Belajar

Dihadapan wakil ketua DPRD Mathias Werong Enay, Aloysius Boli Rimo koordinator forum Guru SMAN Adonara Tengah menjelaskan kondisi yang tengah dialami oleh SMAN Adonara Tengah.

Dijelaskan Boli Rimo yang juga Wakasek Kesiswaan SMAN Adonara Tengah ini, daya tampung siswa setiap tahun per rombongan belajar meningkat. Sehingga pihaknya pun kesulitan dalam menyiapkan Ruangan Kelas Belajar (RKB) bagi para siswa. Terhadap kondisi ini, para guru harus meminjam ruangan kelas belajar milik paroki Lite.

“Per rombongan belajar meningkat. Kami kesulitan RKB, karena baru tiga (3) rombongan belajar. Sisanya darurat dan kami pinjam,” kata Dia.

Sementara itu, Kepala SMAN Adonara Tengah Maksimus Mamung Gesi menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada Anggota DPRD Flotim yang telah menerima perwakilan para guru SMA Adonara Tengah.

“Kami berharap agar pemda Flotim dan Pemprov NTT secepatnya memberikan perhatian serius kepada kami. Karena kami sangat membutuhkanya,” ujar Mamung Gesi.

Dijelaskan Mamung Gesi, Sekolah SMAN 1 Adonara Tengah memiliki fasilitas yang sangat memprihatinkan. Sekolah ini memiliki tiga (3) ruang kelas permanen, tiga (3) ruang kelas darurat dan tiga (3) ruang kelas lainnya menggunakan salah satu gedung milik paroki Lite.

“Menjadi tidak adil bila disatu sisi ada persoalan mendasar, seperti saran dan prasarana masih belum memadai. Namun disisi lain pemerintah sudah meminta semua sekolah harus mencapai standar penilaian nasional. Maka pada kesempatan ini saya meminta Pemerintah untuk memperhatikan sarana dan prasarana untuk sekolah SMAN 1 Adonara Tengah,” ungkapnya.

Permintaan ini bagi Mamung sangat beralasan. Karena menurutnya tugas untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa salah satunya adalah tugas dari pemerintah.

Pemerintah juga kata dia, harus menyadari bahwa anak-anak di sekolah tersebut merupakan bagian dari investasi masa depan sebuah bangsa.

“Mereka juga kelak akan berpartisipasi dalam membangun negeri dan daerah ini,” ujarnya.

Laporan/ Kontributor : Thomas Ara
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here