Beranda Florata News Pemkab Manggarai Siapkan Langkah Antisipasi Masuknya Virus Corona

Pemkab Manggarai Siapkan Langkah Antisipasi Masuknya Virus Corona

383
0
Bupati Manggarai,Deno Kamelus. Foto (Adi Nembok/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng Pemerintah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatisipasi masuknya virus corona ke daerah itu.

Pemerintah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah pun, telah menggelar rapat membahas langkah-langkah yang akan diambil terkait antisipasi virus corona tersebut.

Bupati Manggarai, Deno Kamelus kepada wartawan, Selasa (17/3/2020) mengatakan, Manggarai masuk dalam kategori daerah yang belum terpapar virus corona. Karena itu tambah Dia ada protokol-protokol penanganan daerah-daerah yang belum terpapar.

Bupati Deno mengatakan, jauh sebelum rapat, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai sudah membentuk gugus tugas untuk penanganan virus corona. Begitupun kata Deno di Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng, juga katanya sudah dibentuk Tim Reaksi Cepat untuk penanganan corona.

Sedangkan di tingkat kabupaten tambahnya, telah disepakati untuk membentuk tim yang mana strukturnya disesuaikan dengan keadaan-keadaan darurat.

Tetapi yang paling penting saat ini, kata bupati, pemerintah lebih fokus pada upaya promotif. Upaya ini terkait penyampaian kepada masyarakat tentang apa itu virus corona, pola penyebarannya dan lain sebagainya.

“Promotif itu ada literasi yang kita lakukan dengan sebuah catatan supaya masyarakat jangan panik. Narasi-narasi yang dibuat untuk sosialisasi harus dibuat sedemikian rupa, untuk orang waspada di satu sisi, tapi di sisi lain orang tidak boleh panik,” jelas bupati.

Terkait pencegahan virus corona, pemerintah berupaya untuk membatasi pergerakkan orang-orang, begitupun di pintu-pintu masuk seperti di bandar udara, terminal-terminal dan pelabuhan-pelabuhan telah disiapkan alat pengukur suhu tubuh setiap orang yang masuk.

Selain itu akan dikeluarkan intruksi bupati kepada seluruh camat dan kepala desa, untuk melaporkan paling lama satu minggu terkait dengan orang-orang yang datang dan pernah ke tempat-tempat yang terpapar.

“Kewajiban camat dan kepala desa untuk mencatat semua mereka. Dengan demikian kita akan tahu, orang-orang ini kita awasi. Diikuti pengamatan-pengamatan lain jika orang-orang seperti ini ada gejala-gejala seperti batuk, pilek dan lain sebagainya yang kemudian akan dilanjutkan dengan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Kalau sampai pada tingkat-tingkat tertentu akan dibawa ke RSUD Ruteng untuk ditangani sesuai protokol-protokol penanganan virus,” urai Bupati.

Untuk mengurangi kerumunan dan kontak fisik, pemerintah juga masih mengkaji terkait rencana untuk meliburkan semua sekolah-sekolah.

“Ini antara lain upaya kita untuk mencegah penyebaran virus corona,” katanya.

Bupati Deno juga mengatakan, pemerintah tengah berupaya untuk menyurati BNPB dan Menkes, agar RSUD Ruteng bisa menjadi rumah sakit rujukan untuk melakukan pemeriksaan virus corona.

Laporan: Adi Nembok

Editor: Tarwan Stanis 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here