Beranda Florata News Forkoma PMKRI Desak Pemda Matim Tutup Usaha Pakaian Bekas di Borong

Forkoma PMKRI Desak Pemda Matim Tutup Usaha Pakaian Bekas di Borong

837
0
Pakaian bekas. (Foto/Istimewa)

FLORESPOST.CO, Borong– Anggota Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Manggarai Timur Safrinus Gapur, meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur ( Pemkab Matim) agar menutup penjualan barang bekas ‘Rombengan’ di Wae Reca Borong dalam upaya mencegah penyebaran penyakit menular.

“Saya meminta pemda Manggarai Timur melalui dinas terkait agar menutup penjualan barang bekas impor, dalam rangka mencegah penyebaran virus yang menular di Manggarai Timur. Kita juga sama-sama mengantisipasi Covid-19,” kata Safrinus Gapur, Anggota Forum Komunikasi Alumni PMKRI kepada Florespost, di Kembur, Rabu (18/3/2020) lalu.

Ia juga meminta agar para penjual bertindak kooperatif dalam mematuhi peraturan pemerintah, terkait penjualan barang bekas sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen.

“Dalam UU itu dijelaskan, apabila pelaku usaha menjual pakaian bekas impor, maka pelaku usaha tersebut dapat diduga melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan,” jelasnya.

Dimana sebut Safrinus, pada Pasal 8 ayat (2) UUPK, pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.

“Itu ada di Undang-Undang Perlindungan Konsumen khusus pasal 8 ayat (2) UUPK,” tambahnya.

Kemarin kata Dia, Polres Manggarai Timur sudah melakukan operasi KYRD. Dan sasaran operasi itu juga katanya, premanisme, sajam, produk atau barang kedaluarsa dan pakaian rombengan.

Laporan: Acong Harson
Editor: Tarwan Stanis


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here