Beranda Headline Empat Warga Manggarai ODP Virus Corona

Empat Warga Manggarai ODP Virus Corona

837
0
Coronavirus Blood Test. (Foto/ Net)

FLORESPOST.CO, Ruteng– Empat (4) orang di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kini tercatat dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona.

Juru bicara Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Virus Corona Kabupaten Manggarai, Lodovikus Moa dalam siaran persnya yang diterima media ini, Minggu (22/3/2020) menyebut, Keempat orang yang masuk dalam kategori ODP tersebut diketahui setelah mereka memeriksakan kesehatan ke beberapa fasilitas kesehatan dan mengalami gejala-gejala seperti, demam, batuk, pilek, nyeri di bagian tenggorokan dan sesak napas.

Keempat ODP tersebut, sebelumnya telah melakukan perjalanan ke beberapa kota/negara seperti, Jakarta, Denpasar dan Filipina. Rata-rata mereka kembali ke Manggarai pada pertengahan bulan Maret ini.

Secara umum, keempat ODP ini dalam keadaan yang baik dan kini dirawat di rumah masing-masing dan kondisinya akan terus dipantau selama 14 hari. Hingga saat ini, tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Lodi mengatakan, perkembangan informasi pencegahan dan penanganan corona ini akan terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, sehingga publik bisa mendapatkan informasi yang tepat.

Masyarakat diharapkan untuk tidak panik, dan bersedia untuk melaksanakan himbauan-himbauan pencegahan penyebaran virus ini.

Himbauan-himbauan tersebut telah beredar, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Kepada masyarakat yang dalam beberapa waktu terakhir melakukan perjalanan ke kota-kota lain, terutama ke kota-kota yang telah ada pasien dengan status Corona Positif, agar segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat, sehingga dapat dipantau perkembangan kesehatannya.

Selain itu, wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sejak kedatangannya di Kabupaten Manggarai.

Diharapkan juga, sebelum sharring diharapkan agar kita melakukan saring, sehingga tidak terjebak menyebarkan hoax yang justru menimbulkan kepanikan. Diharapkan juga untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, bersama-sama pemerintah melakukan sosialiasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat sehingga daerah ini aman dari penyebaran virus tersebut,” kata Lodi.

Laporan: Adi Nembok
Editor: Tarwan Stanis


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here