Beranda Florata News Jumlah ODP Virus Corona di Manggarai Bertambah

Jumlah ODP Virus Corona di Manggarai Bertambah

2212
0
Bupati Deno Kamelus. (Foto/ Adi Nembok)

FLORESPOST.CO, Ruteng– Jumlah Orang Dalam Pemantuan (ODP) virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, bertambah. Jika sebelumnya sebanyak empat (4) orang, kini bertambah menjadi enam (6) orang.

Hal ini disampaikan Bupati Manggarai, Deno Kamelus, yang juga sebagai Ketua Tim Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Virus Corona Kabupaten Manggarai, Senin (23/3/2020) di Kantor Bupati.

Enam ODP tersebut sebelumnya telah melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang terpapar virus corona seperti Jakarta, Denpasar. Ada juga kata Deno yang pernah ke Filipina.

“ODP itu artinya orang yang pernah melakukan perjalanan di daerah yang terpapar. Kemudian kembali ke sini (Manggarai-red), lalu ada gejala seperti batuk, flu dan seterusnya. Karena ada gejala, mereka periksakan diri ke rumah sakit,” jelas Deno.

ODP tersebut, kata Bupati, telah diberi obat. Ada yang empat hari dan lima hari. Merekapun kata Dia, telah disuruh pulang ke rumah masing-masing, tetapi tetap di bawah pantauan.

“Bisa jadi, empat hari di masa pengobatan itu, dia sembuh. Itu artinya dia tidak masuk dalam kategori orang yang corona. Jadi, tidak semua orang yang batuk, flu terkonfirmasi corona,” urai Bupati Deno.

Bupati juga mengatakan, sampai saat ini, Manggarai belum masuk dalam kategori daerah terpapar Covid-19.

Walau demikian tambahnya, untuk mencegah penyebaran virus ini, pihaknya sangat membutuhkan data yang akurat dari seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Manggarai, terkait berapa banyak orang Manggarai yang selama satu bulan atau tiga minggu terakhir, pernah berada di wilayah yang terpapar corona.

“Data-data ini sangat penting untuk memudahkan petugas kesehatan di Puskesmas-Puskesmas untuk melakukan pantauan. Selain itu, kita juga bisa mengingatkan mereka untuk tetap di rumah saja dan tidak usah kemana-mana agar tidak menularkan virus. Itu kalau dalam tubuhnya ada virus,” katanya.

Bupati berharap dalam waktu satu minggu ke depan data-data ini sudah rampung, sehingga bisa dibuat pemetaan.

“Hari ini saya mulai di Kecamatan Langke Rembong, sebagai simulasi pendataan terhadap lima kategori berdasarkan pendekatan kasus,” katanya.

Bupati menambahkan, jika terjadi suspect corona, pemerintah telah membentuk Tim Reaksi Cepat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Ada pula ruangan khusus yang telah disiapkan. Pemerintah juga memikirkan untuk menghilangkan jam kunjungan.

Selain itu, pasien-pasien atau orang-orang yang datang dengan keluhan batuk, pilek, tidak langsung masuk IGD atau poliklinik, tetapi harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu di satu ruangkan khusus.

Laporan: Adi Nembok
Editor: Tarwan Stanis


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here