Beranda Kesehatan Opini| Deteksi Dini Kanker Payudara

Opini| Deteksi Dini Kanker Payudara

107
0
Foto/ Dsgn Florespsot

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kanker terbanyak di Indonesia. Terdapat sekitar 150 ribu kasus kanker payudara setiap tahunnya. Kasus kematian akibat kanker payudara juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut American Cancer Society (ACS), kanker payudara tidak hanya dapat menyerang wanita tetapi laki-laki juga memiliki faktor risiko yang sama untuk terkena kanker payudara.

Kementerian Kesehatan selalu melakukan berbagai macam upaya untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Salah satunya adalah dengan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). SADARI merupakan salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya benjolan dan tanda kelainan lain pada payudara sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan secepatnya. Pemeriksaan ini sangat sederhana untuk dilakukan dan direkomendasikan untuk wanita sejak usia 20 tahun. SADARI dapat dilakukan sendiri dirumah secara rutin setiap bulannya. Pemeriksaan lebih baik dilakukan pada hari ke 7 sampai 10 terhitung dari hari pertama haid untuk wanita yang masih haid sedangkan untuk yang sudah menopause, dapat dilakukan di tanggal yang sama setiap bulannya.

Selain melakukan SADARI, Kementerian Kesehatan juga mulai menggalakkan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis). SADANIS harus dilakukan oleh dokter yang kompeten. Terdapat dua macam pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi dini benjolan atau tumor pada payudara yaitu ultrasonografi (USG) dan mamografi. Ultrasonografi atau USG lebih dianjurkan untuk wanita usia dibawah 40 tahun sedangkan mamografi lebih dianjurkan untuk wanita usia di atas 40 tahun.

Apa itu pemeriksaan USG ?

USG merupakan pemeriksaan sederhana dengan menggunakan alat yang dapat memancarkan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik tersebut menembus bagian-bagian tubuh dan kemudian dipantulkan kembali. Pantulannya kemudian memberikan hasil berupa gambar yang dapat terlihat melalui layar di alat ultrasonografi tersebut.

Seperti apa prosedur USG ?

USG pada payudara sama seperti USG pada kehamilan. Pertama-tama, pasien akan diposisikan berbaring dan bagian yang akan diperiksa, dalam hal ini adalah payudara, akan diberikan gel untuk mempermudah gelombang ultrasonik masuk. Kemudian bagian payudara akan ditempelkan sebuah alat yang dapat memantulkan gelombang ultrasonik. Dokter akan memeriksa seluruh bagian payudara satu persatu kemudian bagian kelenjar getah bening daerah ketiak. Pemeriksaan ini sangat sederhana dan hanya memakan waktu sekitar 15-30 menit.

Adakah efek samping dari pemeriksaan USG ?

USG merupakan pemeriksaan yang sangat aman untuk ibu hamil sekalipun. Pemeriksaan ini bebas dari radiasi dan tidak menimbulkan rasa nyeri.

Selain pemeriksaan USG, terdapat pemeriksaan lain yaitu mamografi. Mamografi lebih ditujukan untuk wanita usia di atas 40 tahun. Hal ini dikarenakan perbedaan struktur payudara pada wanita usia dibawah 40 tahun dan usia di atas 40 tahun. Struktur payudara wanita usia di atas 40 tahun tidak sepadat struktur payudara wanita usia dibawah 40 tahun sehingga pemeriksaan mamografi pada wanita usia dibawah 40 tahun akan memberikan hasil gambar yang kurang baik.

Apa itu pemeriksaan Mamografi ?

Mamografi merupakan pemeriksaan menggunakan pancaran radiasi sinar X dengan dosis rendah. Mamografi dapat mendeteksi pertumbuhan yang tidak normal pada payudara. Mamografi biasanya disarankan untuk dilakukan setiap tahunnya bagi wanita usia di atas 45 tahun.

Seperti apakah pemeriksaan Mamografi ?

Pemeriksaan mamografi biasanya dilakukan dengan posisi pasien berdiri atau duduk bergantung pada jenis alat untuk mamografi tersebut. Pertama-tama, payudara akan ditempelkan pada sebuah papan yang dapat menangkap pancaran sinar X. Kemudian payudara akan ditekan menggunakan piringan plastik ke arah bawah untuk meratakan payudara. Setelah memperoleh posisi yang tepat, sinar X akan ditembakkan melewati payudara dari arah atas. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, pasien biasanya diminta untuk menahan napas selama pengambilan gambar.

Adakah efek samping dari pemeriksaan Mamografi ?

Efek samping yang paling sering dialami oleh pasien yang menjalani mamografi adalah rasa nyeri. Hal ini timbul akibat prosedur pemeriksaan yang membutuhkan penekanan di bagian payudara. Selain itu, karena pemeriksaan ini menggunakan sinar X, mungkin akan terdapat efek samping dari paparan radiasi sinar X. Tetapi bila dosis sinar X yang diberikan tidak berlebihan, sangat jarang timbul efek samping serius dari pemeriksaan mamografi.

Kanker payudara menjadi pembunuh nomor 1 pada wanita sehingga pencegahannya sangat dibutuhkan. Tingkat kesembuhan kanker payudara dapat mencapai 90% bila kanker tersebut terdeteksi secara dini. Oleh karena itu, marilah menjalani pola hidup sehat dengan olahraga dan konsumsi makanan bergizi serta melakukan SADARI dan SADANIS sedini mungkin. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati!

Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here