Beranda Headline Wabup Mabar: Penutupan Bandara dan Pelabuhan Demi Alasan Kemanusiaan

Wabup Mabar: Penutupan Bandara dan Pelabuhan Demi Alasan Kemanusiaan

326
0
Bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat. (Foto/Okezone)

FLORESPOST.CO, Labuan Bajo– Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akhirnya mengambil kebijakan untuk menutup operasional di Bandara dan pelabuhan kapal penumpang di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Keputusan itu diambil otoritas pemerintah Manggarai Barat menyusul lonjakan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di kabupaten tersebut yang meningkat sebanyak 31 orang dari sebelumnya yang hanya berjumlah 7 Orang.

“Ini adalah keputusan paling krusial yang kami buat, dengan alasan pertimbangan kemanusiaan,” kata Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong kepada wartawan ketika memberikan konferensi pers di Labuan Bajo Rabu (25/3/20) sore.

Maria berujar, puhaknya telah melayangkan surat kepada pemerintah pusat dalam hal ini kementrian perhubungan terkait kebijakan dimaksud.

Ia beralasan pengambilan kebijakan itu dilakukan setelah pemkab Manggarai Barat mempertimbangkan dampak resiko yang mungkin terjadi apabilah Bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk penumpang dari daerah terpapar virus masih terus beroperasi.

“Anda bisa bayangkan apabilah Bandara dan pelabuhan itu masih beroperasi dan tidak dilakukan langkah antisipatif, datang orang dari luar terutama dari daerah terpapar virus lalu ke kampung dan ia (orang itu) akan jadi sumber utama penyebaran virus di kampung yang jauh dengan fasilitas kesehatan,” papar Maria Geong di hadapan wartawan.

Selain itu, kata Maria Geong, penutupan Bandara dan pelabuhan itu juga diambil setelah pemerintah melihat kesiapan tenaga dan fasilitas kesehatan di kabupaten Manggarai Barat yang disebut Maria, belum memadahi.

“Fasilitas kesehatan kita masih sangat minim, di tegah situasi tersebut ini adalah penyakit baru dan masyarakat kita banyak yang belum paham dengan bahaya penyakit ini,” tambah wabup Geong.

Dalam surat yang ditandatangani wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong, pemkab Mabar menyampaikan bahwa operasional Bandara Komodo serta pelabuhan penumpang di Labuan Bajo akan resmi ditutup sementara waktu.

Penutupan itu akan mulai diberlakukan sejak Kamis 26 Maret besok hingga 3 April mendatang. Keputusan penutupan Bandara dan pelabuhan dilakukan sebagai langkah antisipatif masuknya orang yang terpapar virus Corona ke wilayah Flores bagian Barat.

“Sekali lagi ini kebijakan yang sangat berdampak, kami tahu bahwa hampir tidak ada tirai pembatas antara kabupaten Manggarai Barat dan kabupaten-kabupaten lain di daratan Flores,” tambah Maria Geong.

Sebelumnya beredar kabar adanya Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang meninggal di RSUD Komodo yang dirujuk dari rumah sakit Ben Mboi Ruteng pada Selasa kemarin.

Namun protokol Setda NTT Marius Ardu Jelamu membantah kabar tersebut dan menyebut kematian S pasien yang diduga terpapar Corona akibat penyakit lain dan bukan karena Corona.

Sementara di rumah sakit Umum dr Ben Mboi Ruteng, sejumlah petugas kesehatan terpaksa harus menggunakan jas hujan sebagai Alat Pelindung Diri (APD) karena minimnya fasilitas kesehatan khususnya terkait kasus covid-19.

Terkait kesiapan alat kesehatan yang ada di rumah sakit Komodo di Labua Bajo yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk pasien Corona, wabup Maria mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih melakukan pemesanan terhadap APD.

“Masih dalam pemesanan ya, kita tahu sendiri yang pesan itu dari seluruh Indonesia, dan kita tidak tahu kapan alat-alat itu datang, jadi kita lakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang salah satunya menutup Bandara dan pelabuhan sebagai langkah antisipatif,” tutup Maria Geong.

Penulis: Antonius Rahu
Editor: Tarwan Stanis


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here