Beranda Hukum Cegah Corona, 40 Narapidana di Rutan Ruteng Dibebaskan

Cegah Corona, 40 Narapidana di Rutan Ruteng Dibebaskan

488
0
Pose warga binaan di Rutan Kelas IIB Ruteng saat dibebaskan melalui Program Asimiliasi dan Integrasi (Foto: Adi Nembok/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Ruteng Sebanyak 40 Narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, dibebaskan.

Pembebasan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tersebut berkaitan dengan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di dalam Rutan.

Selain itu, pembebasan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Corona Covid-19. Juga Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng, Muhammad Mehdi mengatakan, warga binaan yang mendapatkan hak ini merupakan warga binaan tindak pidana umum yang sudah menjalani 1/2 dan maksimal 2/3 hukuman.

“Untuk tindak pidana khusus (Tipikor) kami belum laksanakan karena belum ada perintah. Pembebasan ini hanya tindak pidana umum yang 2/3 maksimal 31 Desember dan tidak semua tindak tindak umum,” kata Mehdi, Senin (6/4/2020) di Rutan Ruteng.

Menurut Mehdi, warga binaan yang dibebaskan diasimilasikan di rumah masing-masing sampai 2/3 masa pidana.

“Mereka di rumah saja dan tidak boleh keluar rumah,” jelas Mehdi kepada Kapolres Manggarai, Kajari Manggarai, Kasdim 1612 Manggarai, yang hadir dalam kesempatan itu.

Menurut Mehdi, pembebasan warga binaan tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian, Kamis (2/4/2020) 9 orang, Jumat (3/4/2020) 6 orang, Sabtu (4/4/2020) 5 orang dan Senin (6/4/2020) 20 orang.

Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo dalam kesempatan yang sama meminta warga binaan untuk disiplin menjalankan asimilasi demi pencegahan penyebaran virus corona.

“Dalam proses asimilasi kami meminta warga binaan untuk melaksanakan himbauan pemerintah terkait pencegahan covid-19 ini,” pinta Kapolres.

Senada dengan Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manggarai, Yoni Pristiawan, S.H, meminta menaati aturan selama proses asimilasi.

“Yang kedapatan berkeliaran saat asimilasi ini, kami tidak segan-segan untuk menangkap dan mengirim kembali ke sini (Rutan) lagi,” tegas Kajari.

Kasdim 1612 Manggarai Mayor Chb. I Wayan Subrata juga meminta hal yang sama agar mematuhi ketentuan dalam upaya pencegahan covid-19.

Laporan: Adi Nembok

Editor: Fransiskus Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here