Beranda Kesehatan Ini 5 Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19

Ini 5 Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19

187
0
Ilustrasi (Sumber: google)

FLORESPOST.co, Jakarta – Kantor Staf Presiden (KSP) menerbitkan 5 protokol utama penanganan virus corona atau Covid-19. Lima protokol utama tersebut yaitu protokol kesehatan, protokol di area dan transportasi publik, protokol di area institusi pendidikan, protokol komunikasi publik, dan protokol di pintu masuk wilayah Indonesia.

“Hari ini, protokol tersebut kita publikasikan.  Lima protokol yang diluncurkan ini sifatnya memperkuat protokol yang sudah ada. Harapannya, publik bisa memahami dan bisa melaksanakannya bersama-sama dengan pemerintah, ,” papar Kepala Staf Kepresiden RI, Dr. Moeldoko pada acara Konferensi Pers Publikasi Protokol Penanganan COVID-19 di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara Jumat (6/3/2020), dalam laman resmi Kantor Staf Presiden ksp.go.id, dan dikutip media ini, Kamis (9/4/2020). Kelima protokol itu adalah:

1. Protokol Kesehatan

Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria: demam 38 derajat Celcius, dan batuk/pilek, istirahatlah yang cukup di rumah dan bila perlu minum. Bila keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernafas (sesak atau nafas cepat), segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Pada saat berobat ke fasyankes, gunakan masker. Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau punggung lengan. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal.

Tenaga kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening suspect COVID-19. Jika memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan yang siap untuk penanganan COVID-19. Jika tidak memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter fasyankes.

Jika anda memenuhi kriteria Suspect COVID-19 akan diantar ke RS rujukan menggunakan ambulan fasyankes didampingi oleh nakes yang menggunakan alat pelindung diri (APD).

Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam setelah spesimen diterima.

Jika hasilnya positif, maka Anda akan dinyatakan sebagai penderita COVID-19. Sampel akan diambil setiap hari. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif. Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit.

Baca selengkapnya di sini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here