Beranda Kesehatan Ini 5 Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19

Ini 5 Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19

225
0

5. Protokol di Pintu Masuk Wilayah Indonesia

Manajemen cegah tangkal di Pintu Masuk Negara (Bandara, Pelabuhan dan PLBDN) dalam mengantisipasi COVID-19 mencakup aspek berikut: Deteksi dini Pelaku Perjalanan yang diduga sakit; Wawancara dan anamnesis Pelaku Perjalanan yang sakit untuk memastikan kemungkinan adanya gejala COVID-19 di ruang pemeriksaan; Pelaporan kasus-kasus Pelaku Perjalanan yang diduga terjangkit COVID-19 kepada PHEOC; Rujuk untuk isolasi Pelaku Perjalanan yang diduga terjangkit COVID-19 ke RS rujukan dengan menggunakan ambulans yang sesuai kriteria; Tindakan Kekarantinaan Kesehatan pada alat angkut dan barang yang diduga terpapar COVID-19.

Terdapat jumlah personel yang cukup dan terlatih dengan memperhatikan volume Pelaku Perjalanan dan kompleksitas kegiatan di pintu masuk negara;

Pintu Masuk dengan jumlah Pelaku Perjalanan besar harus memiliki minimal dua petugas kesehatan di lokasi pintu kedatangan pelaku perjalanan;

Petugas Kesehatan mempunyai kemampuan dalam melakukan pencegahan penyakit Infeksi COVID-19.

Pemeriksaan suhu tubuh Pelaku Perjalanan wajib menggunakan thermo gun dan thermal scanner. Tersedianya tempat untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun. Tersedianya tempat yang memenuhi standar untuk meletakkan thermal scanner.

Tersedianya ruang pemeriksaan untuk melakukan anamnesa dan wawancara terhadap pelaku perjalanan yang diduga terinfeksi COVID-19. Tersedianya APD yang akan digunakan dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Tersedianya desinfektan, antiseptik dan tempat pembuangan sampah medis yang mencukupi untuk melakukan tindakan kekarantinaan kesehatan.

Tersedianya Health Alert Card (HAC). Tersedianya area atau ruangan untuk melakukan disinfeksi alat angkut dan barang serta limbah medis.

Berkoordinasi dengan pihak Airline/agent kapal yang berasal dari negara dengan transmisi lokal COVID-19 untuk memberikan pengumuman, membagikan dan mengisi HAC kepada seluruh pelaku perjalanan termasuk kru.

Melakukan skrining suhu dengan menggunakan Thermal scanner dan Thermal gun di tempat yang sudah ditentukan dengan menggunakan APD.

Bila ditemukan ada peningkatan suhu tubuh ≥380C maka dilakukan anamnesa dan wawancara untuk menentukan apakah memenuhi kriteria kasus COVID-19 di ruang pemeriksaan dengan menggunakan APD.

Kepada pelaku perjalanan yang tidak terdeteksi peningkatan suhu tubuh bisa dipulangkan dengan edukasi dan HAC tetap dibawa oleh pelaku perjalanan. Setiap HAC dilakukan penyobekan dan dilakukan pemantauan HAC dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

Bila Pelaku Perjalanan terindikasi sebagai suspek COVID-19 maka dilakukan rujukan ke RS rujukan menggunakan ambulans yang sesuai kriteria dan petugas menggunakan APD untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bila Pelaku Perjalanan memenuhi kriteria orang dalam pemantauan maka pelaku perjalanan harus melakukan isolasi diri dan petugas kesehatan setempat melakukan pemantauan selama 14 hari.

Pertimbangan lokasi dapat dilakukan di rumah, fasilitas umum, atau alat angkut dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi setempat.

Mencatat jumlah dan identitas suspek dan orang dalam pemantauan dalam SINKARKES dan melaporkan kepada PHEOC.

Melakukan tindakan kekarantinaan kesehatan disinfeksi terhadap alat angkut dan barang yang diduga terpapar di area yang sudah ditentukan dengan menggunakan APD.

Tersedia tempat untuk melakukan wawancara bagi Pelaku Perjalanan yang merupakan suspek dengan jarak minimal 1 meter di antara para Pelaku Perjalanan dan dengan petugas ketika sedang menunggu wawancara.

Memiliki kapasitas ruangan untuk melakukan isolasi sementara setelah wawancara, ketika mereka menunggu transportasi untuk menuju ke RS Rujukan.

Tersedianya instrumen wawancara dan anamnesa serta SOP Rujukan kasus suspek dan Daftar Rumah Sakit Rujukan. Tersedia fasilitas karantina kesehatan yang terpisah dari titik masuk seandainya ada kebutuhan mengakomodasi kontak erat, dan kasus suspek dengan jumlah besar.

Baca selengkapnya di sini:

Editor: Fransiskus Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here