Beranda Kesehatan Masker Kain Dinilai Cukup Efektif Turunkan Resiko Penularan Covid-19

Masker Kain Dinilai Cukup Efektif Turunkan Resiko Penularan Covid-19

97
0
Seorang ibu menunjukkan masker kain yang dipakainya dan diproduksi sendiri oleh masyarakat. (Foto: FR/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Ruteng Semenjak diumumkan 2 kasus pertama penderita COVID 19 tanggal 2 Maret 2020 hingga sekarang jumlah pasien Covid19 baik positif maupun dalam pengawasan serta yang meninggal dunia semakin banyak.

Diperkirakan ke depan para tenaga kesehatan dan sarana kesehatan akan kesulitan merawat jumlah penderita yang semakin bertambah tersebut. Di sisi lain kesadaran masyarakat  masih kurang terutama tentang peran mereka dalam mengurangi dan memutus mata rantai penularan Covid 19 ini.

Sampai saat ini para ahli menyepakati ada tiga strategi utama untuk memutus penularan virus ini di masyarakat yaitu: (1) Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, (2) Social and Physical Distancing, serta (3) Menggunakan masker kain saat berada di luar rumah.

Dengan perkembangan jumlah penderita Covid 19 yang meningkat luar biasa di Indonesia dan masih terbatasnya pemeriksaan laboratorium deteksi virus ini, menyebabkan individu dengan asimtomatik carrier (Orang Tanpa Gejala) akan semakin banyak dan sulit terdeteksi.

Asimtomatik carrier adalah Individu yang sebenarnya sudah tertular tetapi belum menunjukkan gejala. Individu tersebut masih bebas berinteraksi dengan individu lain dan berpotensi menularkan ke individu lain terutama individu yang rentan.

“Kami menilai ketika aturan Social dan Physical Distancing sukar diterapkan, maka penggunaan masker kain untuk umum dinilai cukup efektif untuk menurunkan risiko penularan COVID 19,” kata dr M. Hud Suhargono, SpOG(K), Humas Keluarga Penyangga Indonesia, organisasi berbasis komunitas yang saat ini aktif mengampanyekan penggunaan masker kain bagi masyarakat umum untuk mencegah penularan Covid 19, dalam press releasenya yang diterima media ini, Senin (13/4/2020).

Bahkan pada awal April 2020 ini, CDC (Centre of Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat merekomendasikan penggunaan masker kain buatan rumah sebagai alternatif penggunaan masker untuk masyarakat umum, dan masker medis (masker bedah / masker N95) yang jumlahnya terbatas saat ini sebaiknya dipakai hanya oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. “Masker sebaiknya digunakan oleh semua orang bukan hanya orang yang sedang sakit batuk pilek dan panas,” kata dr Hud. 

Bahan masker yang berasal dari kain bahan baju diharapkan mempermudah masyarakat untuk menperolehnya atau membuat sendiri di rumah sehingga masyarakat mendapatkan alternatif memakai masker daripada tidak memakai masker sama sekali ketika keluar rumah atau saat berinteraksi dengan orang lain.

“Kami (Keluarga Penyangga Indonesia) menyarankan masyarakat memakai masker kain multi layer untuk meningkatkan efektifitas proteksi terhadap penularan virus. Selain itu, salah satu keuntungan lainnya adalah bahan masker kain ini bisa dicuci lagi dengan deterjen biasa sehingga lebih memudahkan masyarakat dalam merawat dan menggunakannya,” kata dr Hud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here