Beranda Regional NTT Hendak Nyebrang, Puluhan Warga NTT Dikabarkan Tertahan di Pelabuhan Sape

Hendak Nyebrang, Puluhan Warga NTT Dikabarkan Tertahan di Pelabuhan Sape

1037
0
Warga NTT yang terdampar di Pelabuhan Sape, NTB. (Foto: Dok.Pribadi/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Labuan Bajo – Puluhan warga NTT dikabarkan tertahan di Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat. Puluhan warga itu sedang dalam perjalanan dari Bali ke beberapa kota kabupaten di daratan Flores. 

Mereka tertahan di Pelabuhan Sape menyusul adanya surat larangan mengangkut penumpang bagi semua kapal yang beroperasi di perairan NTT yang dikeluarkan Pemprov NTT pada Senin kemarin. 

“Kami melakukan perjalanan darat dari Bali dan tertahan di sini,” kata Yodi salah seorang warga sembari memegang kartu kuning yang dikeluarkan otoritas berwenang setempat, Rabu (15/04) siang. 

Baca juga: https://www.florespost.co/2020/04/13/masker-kain-dinilai-cukup-efektif-turunkan-resiko-penularan-covid-19/

Yodi menyebut pihaknya bersama puluhan warga lainnya hendak menyebrang dari Sape menuju Pelabuhan Labuan Bajo dengan menggunakan kapal Ferry, namun tidak dilayani menyusul adanya larangan mengangkut penumpang. 

“Jadi kami mohon dengan sangat, kepada pemangku kepentingan di NTT untuk memperbolehkan kami menyebrang pada esok hari,” tambah Yodi. 

Ketika ditanya ada berapa jumlah pasti warga NTT yang tertahan di Pelabuhan Sape, Yodi menyebut saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan. 

“Sabar saat ini jumlah pastinya tengah kami data, nanti akan dikabari lebih lanjut,” kata Yodi kepada Florespost.co, yang dihubungi per telepon. 

Baca juga: https://www.florespost.co/2020/04/06/cegah-corona-40-narapidana-di-rutan-ruteng-dibebaskan/

Yodi menyebut pihaknya tidak mungkin bisa kembali lagi ke Bali mengingat adanya pemberlakuan aturan yang sangat ketat bagi para pendatang yang masuk ke wilayah Provinsi Bali.

“Apalagi kami ini bukan ber-KTP Bali, jadi mohon kebijakannya biar tidak ada yang dikorbankan dalam kondisi dan situasi sulit seperti ini,” pinta Yodi.

Baca juga: https://www.florespost.co/2020/04/12/kasus-sembuh-covid-19-terus-naik/

Yodi mengkhawatirkan juga adanya penolakan oleh warga sekitar manakala mereka berada di wilayah Sape dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Yang kami takutkan besok lusa jika ada penolakan dari warga sekitar sini terhadap kami yang pendatang baru ini, mohon ini dipertimbangkan,” ujarnya.

Sebelumnya pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Senin kemarin mengeluarkan surat larangan mengangkut penumpang bagi semua kapal yang beroperasi di perairan NTT. 

Baca juga: https://www.florespost.co/2020/04/16/ratusan-warga-ntt-yang-tertahan-di-sape-akhirnya-diperbolehkan-nyebrang-ke-labuan-bajo/

Dalam surat yang salinannya diterima Florespost.co, Kadis Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka meminta semua kapal-kapal yang beroperasi di NTT untuk tidak mengangkut penumpang dan hanya memperbolehkan mengangkut Logistik. 

Surat larangan itu berlaku sejak Senin 13 April 2020 hingga 30 Mei 2020 mendatang dan berlaku di seluruh wilayah perairan NTT. 

Pemerintah berusaha melakukan pembatasan pergerakan manusia untuk menekan laju penyebaran Covid-19 yang sudah terdeteksi di wilayah provinsi kepulauan itu. 

Laporan: Antonius Rahu

Editor: Fransiskus Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here