Beranda Opini Opini ǀ Membantu Membangun Indonesia Bisa Dilakukan di Rumah Saja

Opini ǀ Membantu Membangun Indonesia Bisa Dilakukan di Rumah Saja

119
0
Wisnu Widya Asmara, Statistisi Ahli BPS Kabupaten Flores Timur (Foto: Florespost.co/WWA).

Oleh: Wisnu Widya Asmara*

Kemunculan virus corona atau Coronavirus Disease (COVID-19) telah menggemparkan dunia. Awalnya, virus baru ini muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei di Negara Tiongkok. Tersebarnya video mengenai dampak kematian dari virus ini membuat orang bergidik ngeri karena prosesnya yang begitu cepat. Orang yang sedang beraktivitas di tempat umum tiba-tiba berjatuhan karena sebab yang belum jelas. Akan tetapi, sebagai penduduk yang tinggal sangat jauh dari wilayah Tiongkok tentunya kita tidak menyangka jika virus ini bisa tersebar ke seluruh belahan dunia hingga berada di dekat kita.

World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia mengumumkan pada 30 Januari 2020 sebagai kondisi darurat kesehatan internasional. Hal ini dikarenakan sudah banyak korban meninggal dari virus ini. Mungkin sebagian orang masih meyakini virus ini hanya terjadi di Wuhan, hingga akhirnya WHO menetapkan pada tanggal 11 Maret 2020 bahwa COVID-19 adalah wabah pandemik. Hal ini berarti COVID-19 dapat tersebar ke seluruh wilayah dunia dan membahayakan setiap orang yang terkena. Per 14 April 2020 sudah tercatat lebih dari 1,8 juta kasus yang menyebabkan 117.217 kematian di dunia

Pemerintah di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia diharapkan dapat membangun strategi komprehensif untuk menghambat penyebarannya, menyelamatkan nyawa warganya, serta meminimalisasi dampaknya di berbagai sektor. Berbagai opsi kebijakan dalam menangani pandemik ini muncul seperti pengetesan warga secara masal, menerapkan lockdown/karantina, bahkan tercetus strategi herd imunity/kekebalan kelompok yang sempat dilirik negara Inggris dan Belanda dalam melawan corona di daerahnya.

Baca juga: https://www.florespost.co/2020/02/19/respon-sp-online-2020-flores-timur-tertinggi-sementara-di-ntt/

Pada tanggal 10 April 2020 lalu telah diumumkan melalui website resmi pemerintah Indonesia covid19.go.id, bahwa seluruh provinsi di Indonesia telah terpapar COVID-19. Hal ini berarti di setiap provinsi terdapat minimal 1 penduduk yang positif terkena corona. Merasa was-was dan takut tentunya hal wajar, mengingat cepatnya proses penularan dari virus ini. Namun bukanlah hal yang bijak jika kita menghadapinya dengan kepanikan.

Hingga saat ini pemerintah baik pusat maupun daerah berusaha menghimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di dalam rumah saja. Hal ini juga sempat diterapkan di Wuhan, kota asal virus ini muncul. Tagar #dirumahaja digalakkan pemerintah lewat berbagai institusinya agar masyarakat mendapat pesan tersebut dan mematuhinya. Pembatasan aktivitas ini diharapkan dapat memperlambat penyebaran virus corona yang relatif cepat dan tidak terdeteksi. Selain itu, kita juga dihimbau untuk melakukan physical distancing dengan menjaga jarak satu sama lain paling tidak pada jarak 2 meter dan selalu menggunakan masker bila keluar dari rumah.

Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita wajib mengikuti setiap anjuran dari pemerintah. Bila kita tidak memiliki ketrampilan dalam bidang medis atau bidang lain yang secara langsung dapat mempercepat penanganan COVID-19, kita cukup melakukan aktivitas atau bekerja dari rumah saja. Dengan di rumah saja, kita dapat mengurangi kemungkinan tersebarnya virus dan membantu petugas medis dengan memperkecil peluang tertular ataupun menularkan.

Selain membantu pemerintah dalam percepatan penanganan COVID-19, masyarakat juga dapat membantu pemerintah dalam bidang pembangunan. Sehubungan dengan diperpanjangnya status darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa periode pengisian Sensus Penduduk Online diundur hingga tanggal 29 Mei 2020. Inilah kesempatan kita untuk mendukung pemerintah serta berkontribusi secara langsung dalam pembangunan nasional.

Baca juga: https://www.florespost.co/2020/04/01/ini-isi-lengkap-pp-pembatasan-sosial-berskala-besar/

Sensus Penduduk (SP) merupakan program nasional untuk mendata penduduk/warga secara menyeluruh dengan periode 10 tahun sekali sesuai dengan anjuran Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). SP tahun 2020 ini merupakan kegiatan sensus yang ke-tujuh semenjak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1961. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menghasilkan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik jumlah penduduk dalam rangka menghasilkan satu data kependudukan Indonesia. Data yang dihasilkan lewat sensus penduduk nanti dapat digunakan pemerintah sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, tenaga kerja, dan bidang lain.

BPS sebagai instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan SP 2020 awalnya merencanakan pelaksanaan kegiatan ke dalam dua tahap. Tahap pertama adalah SP Online yang bisa diisi oleh penduduk secara mandiri pada tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Tahap Kedua adalah SP Wawancara yang akan dilakukan oleh petugas sensus dari rumah ke rumah pada tanggal 1 hingga 31 Juli 2020. Namun, dengan adanya wabah penyakit akibat virus corona akhirnya pelaksanaan kedua tahap harus dimodifikasi.

BPS berupaya mengubah strategi dan merubah ancaman yang ada menjadi peluang. SP Online yang awalnya dibuka sampai 31 Maret diundur hingga 29 Mei 2020, artinya BPS memberikan kesempatan pada masyarakat untuk berpartisipasi penuh mengisikan datanya lewat laman sensus.bps.go.id yang merupakan satu-satunya laman resmi untuk mengikuti SP Online. Syarat pengisian sensus cukup mudah, masyarakat hanya harus menyiapkan dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Pernikahan/Kematian jika memiliki.

Berikut adalah langkah-langkah pengisian SP Online 2020:

1.    Masuk ke laman sensus.bps.go.id.

2.    Pilih bahasa, lalu masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

3.    Isikan kode yang tampak di bawah Nomor KK, lalu klik ‘cek keberadaan’.

4.    Buatlah kata sandi dan pilih pertanyaan keamanan, lalu klik ‘buat password’ untuk pengamanan data yang sudah anda catatkan di SP Online.

5.    Masukkan kata sandi yang sudah dibuat, lalu klik ‘masuk’.

6.    Bacalah panduan awal mengenai pengisian SP Online, lalu klik ‘mulai mengisi’.

7.    Ikuti petunjuk dan jawablah seluruh pertanyaan dengan jujur dan benar.

8.    Setelah menjawab seluruh pertanyaan, pastikan bahwa status data setiap anggota keluarga ‘sudah update’, lalu klik ‘kirim’.

9.    Unduh bukti pengiriman.

Jika telah mengikuti SP Online, maka masyarakat tidak akan didatangi oleh petugas sensus. Sehingga, semakin banyak masyarakat yang mengikuti SP Online maka semakin sedikit penduduk yang harus didatangi dan berinteraksi secara langsung dengan petugas sensus. Mengingat kondisi negara yang masih dilanda wabah penyakit karena virus ini, diharapkan masyarakat mengikuti SP Online untuk membantu pembangunan sekaligus mematuhi instruksi pemerintah untuk berdiam dirumah dan membatasi interaksi.

Baca juga: https://www.florespost.co/2019/06/24/menuju-satu-data-penduduk-indonesia/

Hingga 31 Maret 2020 kemarin, sebanyak 32,4 juta penduduk Indonesia telah  tercatat mengikuti SP Online atau baru sekitar 12,5 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Hal ini berarti sebagian besar penduduk masih belum mengikuti SP Online. Oleh karena itu, BPS harus memikirkan langkah selanjutnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan SP Online 2020 ini.

Pemerintah pusat maupun daerah diharapkan dapat membantu menyosialisasikan perpanjangan waktu pengisian SP Online 2020. Pemberitaan media nasional juga lokal, serta pengumuman atau himbauan kepala desa/lurah merupakan salah satu taktik jitu untuk menyebarkan informasi secara masif sekaligus efektif dalam rangka pembatasan aktivitas di luar rumah. Mengingat pentingnya hasil dari kegiatan ini dalam penentuan pembangunan bangsa ke depan, partisipasi seluruh penduduk sangatlah dibutuhkan.

Tidak ada yang mengetahui kapan wabah penyakit akibat virus COVID-19 ini akan berakhir. Pemerintah tentunya telah berupaya semaksimal mungkin menanggulangi wabah agar tidak semakin parah. Sebagai masyarakat, kita harus selalu mendukung upaya tersebut dengan mematuhi semua himbauan dari pemerintah. Marilah bersama-sama bergandeng tangan dalam menghadapi masa-masa sulit ini serta jangan lupa untuk mengambil kesempatan dalam membangun Indonesia.

*Penulis adalah Statistisi Ahli BPS Kabupaten Flores Timur.

Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here