Beranda Sastra Puisi ǀ Salam Hormat Untukmu, Presidenku

Puisi ǀ Salam Hormat Untukmu, Presidenku

175
0
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Oleh: Eddy Naur Einstein*

Kumpulan puisi: Salam Hormat Untukmu Presidenku, Menepismu Kuterjepit, Senyapmu Resahkanku, dan Hormat Untukmu Prajurit Berspoit.

Salam Hormat Untukmu, Presidenku

Termenungku sendiri di ruang sepi ini
Tak ada yang menemani
Dalam kesendirianku
Resah gelisah adalah teman setiaku di setiap waktuku

Kumenilik kembali kisah hidup
Yang terlewati di hari kemarin
Terlintas dalam benak
Terkait badai yang menghampiri negeri ini

Kubertanya dalam gumamku,
Tentang suasana yang mencekam,
Jawaban terlintas di benak
Akan namamu di seberang sana.

Kutertegun lesuh dalam keyakinan diri,
Saat namamu terlintas di benakku,
Engkaulah pemimpin di negeri ini,

Saat tanganmu menjabat sejak 2014 silam,
Badai pernah menghampirimu

Pertikaian saudara di Papua sana,
Lombok-NTB dihantam bencana yang dasyat,
Palupun ikut hancur,

NTT tak ketinggalan bencana,
Kasus DBD menghentakkan tanah Sikka di Pulau Nusa Bunga,

Semua teratasi oleh tangan dinginmu,
Dalam masa kepemimpinanmu,

Keringat piluh bercucuran
Di sekujur tubuhmu,
Saat engkau kerahkan tenaga,
Untuk amankan bencana di setiap daerah,

Tak disangka-sangka Corona
Menghantam tanah Nusantara,
Engkaupun menanggung lagi,
Badai yang menghampirimu

Kurus keringat perjuanganmu,
Terus engkau patrikan dengan tulus hati,
Membangun negeri dengan tanpa pamrih.

Perjuangan kepemimpinanmu
Tak kenal lelah di lekang waktu,
Engkau berdiri dengan gagah berani,
Bertanggung jawab semua badai yang terjadi.

Karyamu dalam diammu,
Terus berusaha selamatkan bangsa,
Dari bencana yang menghantam

Cacian dari pelosok negeri,
Tentang kepemimpinanmu,
Seakan tak terdengar di telingamu,
Jawabanmu hanya lewat diam dalam karyamu.

Saat celotehan sebagian pejabat,
Mencari kesalahan dalam masa jabatmu,
Karena Rupiah melemah,
Akibat bencana corona,
Engkau berusaha datangkan jutaan obat penangkal Corona
Buat rakyat di tanah Nusantara

Badai Ini
Meyakinkanku engkau pasti bisa selesaikan,
Yakinku karena kerjamu dalam diammu,
Semuanya bisa terlewatkan.

Akupun rakyatmu
Dari pelosok Timur Indonesia,
Terus yakin dengan kepemimpinanmu,
Doaku selalu menyertaimu Presidenku.

Teruslah berkarya dalam diammu,
Rakyat bangga dengan kerjamu.
Engkaulah pemimpin hebat
Yang lahir di tengah badai,

Badai inipun akan berlalu,
Di masamu lewat karya kerjamu.
Salam hormat untukmu, Presidenku.

Ruteng, 22/03/2020
My Castle.
Eddy Naur Einstein

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here