Beranda Florata News 10 Orang Pelaku Perjalanan di Desa Mokel Morid Jalani Isolai Mandiri

10 Orang Pelaku Perjalanan di Desa Mokel Morid Jalani Isolai Mandiri

631
0

FLORESPOST.CO, Borong– Sedikitnya terdapat 10 orang Pelaku Perjalanan yang tengah mengikuti masa karantina mandiri di desa Mokel Morid kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur, Flores.

Sembilan dari sepuluh orang tersebut sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari beberapa kabupaten di daratan Flores, sementara satu orang tercatat telah melakukan perjalanan dari daerah terpapar Covid-19.

Kepala desa Mokel Morid Bertoldus Min Dasulastri mengatakan satu orang Pelaku Perjalanan yang merupakan warga Mokel Morid baru pulang dari Jawa Timur.

“Beliau warga saya, dan baru pulang dari Jawa Timur, beliau pulang ke Flores dan tiba di desa Mokel Morid pada lima April lalu,” katanya ketika ditemui Florespost.co di rumahnya Minggu (19/4) siang.

Kades Bertoldus menyebut pihaknya telah memberlakukan isolasi mandiri kepada BA pelaku perjalanan dari Zona Merah.

“Dia diisolai di kantor desa, selama empat belas hari dan baru selesai mengikuti masa isolasi beberapa hari lalu, saya sendiri telah menyerahkan beliau langsung kepada pihak keluarga,” tambah kades muda ini.

Ia juga menambahkan proses asimilasi terhadap Pelaku Perjalanan dari daerah terpapar covid-19 dengan warga sekitar pasca isolasi mandiri berlangsung lancar.

“Memang awalnya warga saya di sini sempat ragu, dan takut berinteraksi dengan Pelaku Perjalanan dari Jawa Timur ini, namun setelah saya jelaskan sendiri bahwa yang bersangkutan sudah dinyatakan sehat dan bebas dari covid-19 sekarang dia sudah diterima masyarakat saya,” papar Bertoldus.

Terhadap ke-9 pelaku perjalanan yang lain pihak desa Mokel Morid hanya melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing, dengan tetap menerapkan prosedur karantina yang telah disepakati.

“Karena mereka ini datang dari daerah di daratan Flores, tapi petugas kesehatan tetap melakukan pengukuran suhu tubuh sebanyak tiga kali dalam sehari, saat ini kami dibantu tenaga medis dari Polindes Mokel Morid,” katanya.

Sebagai langkah preventif pandemic Covid-19 Bertoldus mulai melakukan pengetatan terhadap warga yang masuk dan keluar dari desa Mokel Morid sejak 5 April lalu.

Salah satunya dengan menempatkan relawan dibantu Linmas di pintu Perbatasan desa Mokel Morid dan desa Rana Mbata tepatnya di kali Wae Bron.

“Jadi teman-teman relawan saya di sana bertugas mencatat identitas dan riwayat kedatangan warga, ini berfungsi untuk mencatat para pelaku perjalanan ini, jadi manakala terdapat kasus di desa saya gampang mengeceknya tinggal cek dari catatan itu jadi proses tarcing terhadap pelakunya mudah,” terangnya.

Terkait Alat Perlindungan Diri (APD) ia menyebut pihaknya sudah memesan APD ke Jakarta jauh-jauh hari sebelumnya dan saat ini APD itu telah diterima pihak desa.

“Jadi kami sudah punya stok Masker, Hand Sanitizer, alat pengukur suhu tubuh dan mantel pelindung diri bagi relawan Covid-19 di lapangan,” tambahnya.

Kendati demikian kades Bertoldus meminta warganya untuk tidak panik berlebihan dalam memerangi pandemic covid-19, tetap patuhi arahan yang disampaikan aparat pemerintah.

“Itu selalu saya tekankan pada warga saya di setiap kesempatan, tetap beraktivitas seperti bias ajika bepergian ke luar desa harus gunakan APD seperti masker,” pintanya.

Penulis: Antonius Rahu
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here