Beranda Sastra Cerpen ǀ Cekdam

Cerpen ǀ Cekdam

243
0

Keesokan harinya, saya tersadar di rumah sakit, tapi hanya sebentar.  Mata dan mulut tak bisa dibuka. Saya merasa ayah memegang pundak saya. Sepertinya ia menyesal atas apa yang ia lakukan.

Saya kemudian mendengar suara tangisan ibu. Ia menangis sambil bertanya-tanya tentang masa depan saya menggunakan bahasa dawan. Tiba-tiba tubuh saya dingin dan terasa beku. Itu terakhir kali saya mendengar suara ibu untuk selama-lamanya.

Keterangan:

[1] Uembubu: Rumah tradisional orang Timor.

[2] Naketi: Proses pengakuan kesalahan dalam tradisi orang Timor.

[3] Bahan: Pagar dari kayu.

[4] Cekdam: Tanggul sejajar dengan arus air untuk mencegah pelebaran sungai, tanggul pengaman.

[5] Bahasa Dawan: Bahasa lokal orang Timor.

*) Penulis lahir di Soe, Nusa Tenggara Timur. Suka membaca dan menulis. Tulisannya terpercik di beberapa media.

**)Mohon maaf apabila ada kesamaan kisah, tempat dan nama. Cerita ini hanyalah hasil imajinasi penulis semata. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here