Beranda Sastra Puisi ǀ Kurindu Ruang Karya

Puisi ǀ Kurindu Ruang Karya

79
0
Ilustrasi (Foto: ENE/Florespost.co)

Oleh: Eddy Naur Einstein*

“Kurindu Ruang Karya”

Maret telah berlalu,
April hampir selesai,
Mei menanti tuk kulewati,
Tiga bulan terlewatkan
Ruang karya ku tinggalkan sementara.

Jamahan intelektual,
Dalam ruang biasanya,
Seakan lenyap dalam suasana,

Corona datang menghantam,
Ruang Intelektual di tinggalkan,
Mereka di telantarkan.

Saat hati ingin kembali,
Kembali merajut asa,
Dalam sapa buat anak bangsa,
Apalah daya suasana tak nyaman.

Baca juga: https://www.florespost.co/2019/09/24/puisi-%c7%80-malam-itu/

Senyum tawa mereka
Seolah hilang karena suasana,
Jahilnya generasi didikkanku,
Terhimpit stuasi yang terjadi,

Rindu dalam permainan angka,
Dalam ruang karya,
Membawah mereka suasana IPA,
Seakan lenyap seketika,
Saat Corona menghajar.

Didikan online jadi solusi
Kini jadi oh line
Generesi pelosok Negeri,
Masih terhimpit kemiskinan,

Ada niat punya barang mewah,
Apalah daya keadaan belum siap,
Mereka hanyalah anak desa,
Hidup hanya apa adanya.

Ku mencoba berusaha,
Mendekatkan mereka,
Dalam karya dari rumah ke rumah,
Jangkauannya tak mumpuni.

Tertegunku di ruang rindu,
Rindu jahil dan tawanya mereka
Dalam ruang karyaku.

Baca juga: https://www.florespost.co/2019/10/20/puisi-%c7%80-mataku-di-flobamora/

Menyapaku dari kejauhan,
Dalam doa keseharianku,
Biarlah badai ini berlalu,
Agar ku bisa kembali,
Kembali ke ruang karyaku.

Ku rindu suasana,
Suasana dalam ruang karya,
Tawa candanya rekan kerja,
Jahilnya anak didikku,
Bisa ku rasakan kembali,
Dalam ruang abdiku.

Tuhan, kuberharap mujizatMu,
Jamahilah bumi ini,
Dengan tangan kasihMu
Agar Bumi ini kembali membaik. Amin.

Ruteng, 24/04/2020
My Castle,
Eddy Naur Einstein

*Penulis adalah seorang guru SMP di Manggarai, Flores, NTT..

**)Mohon maaf apabila ada kesamaan kisah, tempat dan nama. Puisi ini hanyalah hasil imajinasi penulis semata. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here