Beranda Florata News Segera Cair, Sebanyak 109 KK di Helanlangowuyo Peroleh BLT Dana Desa

Segera Cair, Sebanyak 109 KK di Helanlangowuyo Peroleh BLT Dana Desa

224
0
Dominikus Daton Doni, Kepala Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng. (Foto/ Dok.FP/ Background Ist)

FLORESPSOT.CO, Larantuka – Pemerintah Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur (Flotim) akan segera menyalurkan Bantuan Lansung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 109 Kepala Keluarga (KK) masyarakat miskin, bantuan ini diberikan selama tiga bulan.

Kepala Desa Helanlangowuyo, Dominikus Daton Doni kepada Florespost, Selasa (12/5/2020) menyampaikan, BLT-DD merupakan dana yang disalurkan kepada masyarakat. Dalam satu KK kata Daton mendapatkan bantuan sebanyak Rp 600.000 setiap bulannya selama tiga bulan terhitung dari April, Mei dan Juni.

“Per KK per bulan Rp 600.000, untuk 3 bulan. Sehingga total untuk per KK penerima selama 3 bulan ini Rp 1.800.000,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk kriteria KK penerima BLT-DD diberikan kepada keluarga miskin di desa dengan kategori, keluarga yang kehilangan mata pencaharian/pekerjaan atau tidak mampu menopang ekonomi keluarganya selama tiga bulan, keluarga yang belum terdata menerima Program Keluarga Harapan/ PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kartu prakerja serta yang memiliki anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis.

Dari kriteria tersebut kata Daton, pihak desa telah melakukan pendataan secara langsung, untuk memperoleh data yang akurat, agar tidak terjadinya tumpang tindih masalah data, sehingga kata dia, BLT DD benar-benar tepat pada sasaran.

“Dengan cara itu akan tercipta transparan bantuan yang diberikan, sehingga masyarakat lainnya benar-benar mengatahui bantuan tersalur kepada siapa saja,” harapnya.

Daton Doni juga menjelaskan, Dana Desa tahun 2020 sebesar Rp 783.335.000. Untuk BLT DD 25% dari anggaran, sehingga sebesar Rp 195.833.750 di bulatkan menjadi 196.200.000 untuk 109 KK penerima BLT DD.

Berhenti Persoalkan BLT Dana Desa

Menanggapi berbagai postingan dan komentar di media sosial (medsos) khususnya facebook terkait BLT DD, Daton Doni mengharapkan warga desa nya untuk tidak berpolemik panjang terkait hal itu.

“Kita harus melakukan pendataan dengan baik agar tidak terjadi salah paham antara satu dengan yang lain. Terkait BLT DD itu sendiri ada regulasi yang mengatur, kita sudah dalam proses pendataan dan hari Jumad ini kita musdes penetapan dan seterusx realisasi,” kata dia.

Dirinya dengan tegas menyerukan kepada semua pihak agar tidak menelanjangkan Lamahelan untuk diketahui publik. Ia juga meminta jika ada hal-hal atau informasi yang kurang jelas, maka Ia mempersilakan masyarakat untuk bertanya langsung kepadanya (Kades-red), tanpa harus memposting hal-hal lain yang pada akhirnya merugikan satu pihak.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi dan kondisi lewotana kita. Kalau bukan kita siapa lagi yang harus menjaga lewotana ini. Salam kompak, mari gelekat lewotana ini dengan cara kita yang berbeda, tetapi satu dan sama untuk membangun Lamahelan,” ungkapnya.

Laporan: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here