Beranda Florata News Data Penerima BLT di Manggarai Rancu

Data Penerima BLT di Manggarai Rancu

124
0
Foto Ilustrasi. (NET)

FLORESPSOT.CO, Ruteng Data penerima Batuan Langsung Tunai (BLT) di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur dinilai rancu.

Pasalnya basis data yang digunakan tidak seperti program bantuan social lainnya yang telah dijalankan selama bertahun tahun dengan menggunakan data yang terpadu.

Berdasarkan data yang diterima florespost.co, dari kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai menyebutkan sebanyak 19.631 Kepala Keluarga ((KK) yang tersebar di 12 kecamatan Kabupaten Manggarai akan menerima BLT.

Penyalurkan dana bantuan Langsung Tunai ( BLT) tahap pertama oleh pemerintah ini untuk menangkal dampak ekonomi dari covid-19.

BLT ini diberikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat, sebesar Rp 600.000 selama tiga bulan yakni April, Mei dan Juni tahun 2020. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara.

Sedangkan Masalah tersebut terjadi pada program yang baru dijalankan pemerintah saat virus corona mewabah. BLT yang baru dijalankan ini justru hanya disalurkan dengan syarat, penerima merupakan masyarakat berdampak dan tidak menerima bansos dari program pemerintahan lainnya seperti PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT).

Untuk kabupaten Manggarai berdasarkan informasi yang dihimpun oleh florespost.co dilapangan, terdapat berbagai jenis persoalan dalam sasaran penerima BLT tersebut, seperti Warga yang meninggal, perangkat Desa, pensiuna PNS masuk terdaftar sebagai peneriman BLT Kemensos dan penerima ganda atau pendobelan penerima. Misalnya sudah menerima PKH, BPNT tetap menerima BLT .

Menjawabi hal tersebut kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai, Rafael Paseli Ogur, kepada florespost.co, mengakui jika penilaian basis data yang dimiliki pemerintah sekarang sangat lemah, sehingga bantuan yang disalurkan berpotensi salah sasaran, seperti warga yang meninggal, Perangkat Desa dan pensiunan PNS masuk dalam DTKS.

Diirnya mengatakan bahwa tugas pihaknya itu hanya mengirim data sesuai kuota dengan data valid bersumber dari Desa dan kelurahan.

“Kalau ada ASN, Pensiunan PNS, warga sudah meninggal yang masuk sebagai penerima disebabkan ada kesalahan pada system. Karena ini terjadi secara nasional di seluruh Indonesia. sebab ada data lama dan data baru tetapi digabung menjadi satu dipusat,” ungkapnya.

Namun kata dia, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan PT. Pos sebagai penyalur BLT agar memberikan waktu kepada Desa dan kelurahan untuk melakukan verifikasi kembali data dari pusat sehingga penyaluran itu tetap sasaran, dan menahanya dana yang tidak sesuai sasaran itu tambahnya akan dikembalikan ke kas Negara.

Dikatakannya, masalah lain yang dikwatirkan adalah akan munculnya penerima ganda seperti penerima PKH, BPNT, BLT dana desa tetapi mendapat BLT Kemensos, namun Rafael menjelaskan hal tersebut telah disampaikan kepada para lurah dan kepala Desa sekabupaten Manggarai.

“Itu sudah diberikan penegasan berulang-ulang melalui surat kepada lurah dan kepala desa agar tidak terjadi pendobelan penerimaa, makanya dilakukan pendataan kembali agar yang sudah dapat PKH, BPNT atau bansos lainya jangan didata kembali tuk terima BLT ini,” tutur Rafael Ogur.

selain BLT yang bersumber dari APBN, Manggarai juga akan mendapatkan bantuan Sosial dari Dinas Propinsi dengan jumlah kuota sebanyak 4.861 Kepala Keluarga. Untuk bantuan dari Dinas Sosial propinsi belum dipastikan bentuk bantuannya.

“Untuk bantuan dari propinsi belum diketahui bentuk bantuannya, apakah dalam bentuk BLT atau sembako, belum tahu. Tetapi untuk kabupaten Manggarai diminta dengan kuota sebanyak 4.861 Kepala Keluarga,” kata Rafael.

Laporan: Yuga Yuliana
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here