Beranda Florata News Warga Paang Lembor Merasa Terganggu dengan Kehadiran Posko Bupati Deno

Warga Paang Lembor Merasa Terganggu dengan Kehadiran Posko Bupati Deno

1012
0
Foto/ Tony Florespost

FLORESPOST.CO, Labuan Bajo Warga Paang Lembor, desa Wae Bangka, kecamatan Lembor, Manggarai Barat merasa terganggu dengan keberadaan pos pantau covid-19 yang dibangun pemerintah kabupaten Manggarai.

Pos tersebut dibangun tepat di area replika rumah adat, hanya berjarak 200 meter dari kampung Paang Lembor, desa Wae Bangka.

Warga Paang Lembor merasa terganggu karena aktivitas mereka terganggu pasca pembangunan pos pemantau tersebut.

“Kami tidak bisa ke Labuan Bajo, karena petugas juga menerapkan aturan yang sama dengan para penyintas lainnya, kalau keluar warga harus dibekali surat Rapit Test pada hal ini masih wilayah Manggarai Barat,” kata salah seorang warga kepada Florespost.co Sabtu (16/5).

Pasalnya, Ia berujar, posko yang dibangun pemkab Manggarai melewati kampung Paang Lembor, karenanya berdasarkan pos itu kampung Paang Lembor masuk dalam wilayah Manggarai.

“Padahal Paang Lembor itu wilayah administratifnya Manggarai Barat,” tambah sumber yang enggan disebutkan namanya ini.

Terkait hal itu, bupati Manggarai Deno Kamelus dikabarkan telah berada di lokasi, selain itu camat Lembor, serta tokoh adat Paang Lembor juga telah hadir untuk membicarakan hal itu.

Sebelumnya pos pematau itu diresmikan bupati Manggarai Deno Kamelus pada Kamis malam, Bupati Manggarai itu mengatakan bahwa pos pemantau covid-19 itu dibangun menyusul eskalasi kasus covid-19 yang semakin bertambah di kabupaten Manggarai Barat.

“Apalagi jarak Lembor dengan kabupaten Manggarai ini dekat sekali, tidak sampe satu jam kalau jalan,” tambah Deno di lokasi.

Ia mengaku telah membangun komunikasi dengan semua pihak sebelum membangun pos pantau tersebut.

“Termasuk dengan bupati Manggarai Timur, dan bapa uskup Ruteng, semua sepakat,”tambahnya.
Dengan pos pantau itu, menurut Deno, pemerintah membatasi pergerakan orang dari dank e wilayah Manggarai Barat.

“Itu kita batasi, kecuali untuk barang, dan mobil tangki BBM, serta segala keperluan terkait covid,” kata Deno Kamelus.

Namun pasca sehari beroperasi posko tersebut menuai reaksi dari warga Paang Lembor. Saat ini beberapa unsur lintas kabupaten tengah melakukan negosiasi terkait solusi dari persoalan tersebut.

Penulis: Antonius Rahu
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here