Beranda Headline Terkait Polemik di Perbatasan Manggarai, Begini Kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19...

Terkait Polemik di Perbatasan Manggarai, Begini Kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 NTT

501
0
Marius Ardu Jelamu. (Foto/ ist)

FLORESPOST.CO, Labuan Bajo-Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 provinsi NTT akhirnya bicara soal polemik pos pantau yang dibangun pemkab Manggarai di Paang Lembor perbatasan Manggarai dan Manggarai Barat.
Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Marius Ardu Jelamu dalam konferensi pers di Kupang mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah sigap setiap kabupaten kota di NTT dalam memberikan perlindungan kepada warganya.

“Namun demikian kami mengamati, perlu adanya kerja sama yang baik diantara pemerintah kabupaten, kita melihat contoh Manggarai Barat dan Manggarai, kita memantau bahwa ada gesekan di tengah masyarakat di daerah perbatasan,” kata Marius Ardu Jelamu di Kupang Sabtu (16/5) malam.

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 provinsi NTT itu meminta pemerintah dua kabupaten untuk mengedepankan koordinasi dan kerja sama yang baik dalam mengatasi masalah itu.

“Sehingga maksud baik dari masing-masing kepala daerah itu tidak tercedera oleh gesekan-gesekan sosial yang ada di perbatasan,” pinta Marius Jelamu.

Marius berharap akses keluar masuk lintas kabupaten di seluruh wilayah NTT agar bisa didesain dengan baik, Sehingga kata dia tidak menimbulkan persoalan-persoalan baru di lapangan.

Sebelumnya pada Sabtu pagi camat Lembor, Pius Baut sempat mengamuk di lokasi pos pantau yang dibangun pemkab Manggarai.

Pos pantau covid-19 milik pemkab Manggarai itu diresmikan oleh bupati Manggarai Deno Kamelus pada Kamis malam.

Pos pantau milik pemkab Manggarai itu dibangun di daerah perbatasan dua wilayah, tepatnya di replica rumah adat, hanya berjarak 200 meter dari kampung Paang Lembor yang berstatus wilayah administrative Manggarai Barat.

Camat Pius mengamuk lantaran warga Paang Lembor tidak bisa beraktivitas menyusul hadirnya pos pantau covid-19 yang dibangun tepat di replica rumah adat, hanya 200 meter dari kampung Paang Lembor.

“Saya minta warga Paang Lembor diperbolehkan melintas, mereka warga saya, mereka harus ke pasar, ke puskesmas,” pinta camat Pius di lokasi.

Permintaan itu ditanggapi tim lapangan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten Manggarai dengan mengatakan bahwa pihaknya hanya menjalankan perintah atasan.

Sempat terjadi perdebatan yang cukup panjang di lokasi pos pantau milik pemkab Manggarai, namun hasil akhirya pemkab Manggarai Barat justru membangun posko baru di daerah lain yang masih berjarak beberapa meter dari posko milik pemkab Manggarai.

Sumber terpercaya Florespost mengatakan saat ini terdapat dua pos pantau covid-19 di daerah perbatasan Manggarai dan Manggarai Barat anehnya keduanya sama sama dibangun di daerah perbatasan dengan lokasi yang berbeda.

Pos pantau covid-19 milik pemkab Manggarai dibangun di replika rumah adat, setelah kampung Paang Lembor (dari arah Ruteng).

Sementara pos pantau covid-19 milik pemkab Manggarai Barat dibangun di perbatasan Manggarai dan Manggarai Barat tepatnya di daerah sebelum masuk kampung Paang Lembor (dari arah Ruteng).

Sebagai kepala daerah, bupati Manggarai dan Manggarai Barat diminta duduk satu meja membicarakan hal itu, sehingga tidak terjadi perang tanding posko di perbatasan, yang justru merugikan penyintas.

Untuk itu Marius Ardu Jelamu mengatakan seharusnya masing-masing kepala daerah mengurangi ego wilayah sehingga tidak menimbulkan adanya gesekan-gesekan.

“Kita harapkan persoalan seperti ini bisa diselesaikan dengan baik sehingga konsentrasi kita bisa terpusat ke covid-19,” kata Marius Jelamu.

Penulis: Tonny
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here