Beranda Headline Anggota Sidang Dewan Soroti Sikap Bupati dan Ketua DPRD Matim Tinggalkan Ruangan...

Anggota Sidang Dewan Soroti Sikap Bupati dan Ketua DPRD Matim Tinggalkan Ruangan Sidang

1683
0
Situasi saat sidang. (Foto/ Acong Harson)

FLORESPOST. CO, Borong Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sikap bupati dan ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, pada sidang paripurna yang digelar, Kamis (28/5/2020).

Pasalnya, sebelum adanya penutupan sidang secara resmi, bupati dan ketua DPRD meninggalkan ruangan sidang. Atas kondisi ini pun memicu kemarahan dari anggota DPRD lainnya, sehingga tampak beberapa anggota sidang meninggalkan ruangan rapat.

Hadir dalam rapat istimewa pembukaan masa sidang III bupati Manggarai Timur Andreas Agas, Sekda Boni Hasudungan Siregar, Ketua DPRD Manggarai Timur Herimias Dupa, Wakil ketua satu Bernadus Nuel, Wakil Ketua dua Damu Damianus dan sejumlah anggota sidang DPRD Manggarai Timur(Matim).

Saat Bupati dan ketua DPRD Matim hendak keluar dari ruangan saat sebelum sidang ditutup, anggota sidang dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Tarsan Talus meminta bicara. Namun usaha nya itu tidak direspon.

“Kami meminta pimpinan sidang agar segera memulai masa sidang lll dengan mengagendakan rapat internal untuk membicarakan dinamika dan kejadian saat sidang ini,” demikian disampaikannya saat menyampaikan pendapat sebelum sidang itu ditutup.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, sidang pun diambil alih oleh Wakil ketua II DPRD Matim Damu Damianus di dampingi wakil ketua I Bernadus Nuel. Namun, sejumlah anggota sidang lainnya pun langsung keluar dari ruang sidang paripurna.

Anggota sidang dari partai Demokrat, Ambrosius Don dalam menyampaikan pendapatnya mengungkapkan kekecewaannya terhadap Bupati dan ketua DPRD yang keluar dari ruangan sebelum rapat ditutup, dirinya juga mempertanyakan hasil kerja pansus selama ini.

“Pimpinan sidang Saya minta bicara. Ini sangat disesalkan. Sidang belum ditutup buapti dan ketua DPRD meninggalkan ruangan sidang. Dari tempat ini saya meminta kepada pimpinan tolong dokumen rekondasi LKPJ hasil kerja pansus yang sudah direkomendasi oleh lembaga ini, maupun pemerintah di bagikan kepada semua anggota, karena sampai sekarang kita tidak pernah mandapatkan itu, tolong ini diperhatikan,” pintanya.

Dikatakan Ambrosius, ini sangat menyesalkan masa sidang belum ditutup, bupati dan ketua DPRD sudah keluar dari sidang ini, dari tempat itu juga meminta kepada pimpinan agar dokumen rekomendasi LKPJ hasil kerja pansus yang sudah direkomendasi oleh lembaga ini maupun pemerintah di bagikan kepada semua anggota karena sampe sekarang  kita tidak pernah mandapatkan itu tolong ini diperhatikan.

“Saya mau bertanya seperti apa yang di sampaikan oleh pa Tarsan Talus tadi. Berkaitan dengan apa yang terjadi diluar kita sekarang,isu-isu yang berkembang¬† di media sosial, tapi sangat disayangkan rapat ini belum ditutup secara resmi tapi sudah bubar, demikian pimpinan saya kembalikan ke pimpinan sidang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Nikolaus Tatu saat dikonfirmasi Florespost usai sidang terkait tata tertib (tatib) dewan, dirinya menyampaikan tatib sudah dibagikan selama sidang paripurna.

Ditambahkannya, terhadap dinamika yang terjadi pada sidang tadi, protokoler pembukaan sidang nya ada, namun penutupnya tidak ada karena langsung dari pimpinan rapat.

“Seperti tadi itu, agendanya protokoler yaitu pembukaan masa sidang III, dan setelah itu mereka akan lanjutkan dengan badan musyawarah, dan dari situ mereka mempunyai kesempatan untuk omong. Tetapi tadi itu secara protokoler,” jelas Sekwan Nikolaus.

Tonton videonya disini.

Penulis: Acong Harson
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here