Beranda Ekobis Tokoh Muda Manggarai dan Manggarai Timur Dukung Kehadiran Pabrik Semen di Lengko...

Tokoh Muda Manggarai dan Manggarai Timur Dukung Kehadiran Pabrik Semen di Lengko Lolok

2090
0

FloresPost, Kupang – Sejumlah tokoh muda Manggarai dan Manggarai Timur di Kupang melakukan pertemuan terkait rencana investasi pabrik semen di Lengko Lolok – Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggararai Timur, Kamis (28/5/2020).

Setidaknya ada beberapa tokoh muda politik yang merupakan pengurus wilayah Provinsi NTT hadir pada pertemuan tersebut. Selain itu, juga dihadiri oleh dosen, mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kupang serta para aktivis.

Kegiatan tersebut membahas beberapa hal mengenai manfaat dan dampak dari aktivitas eksplorasi dan produksi pabrik semen nantinya bagi daerah Manggarai Timur, khususnya masyarakat sekitar lokasi pendirian pabrik.

Para tokoh muda Manggarai Timur dan Manggarai di Kupang menyatakan dukungannya yang disertai dengan sejumlah catatan penting yang patut menjadi perhatian serius bagi Pemkab Manggarai Timur dan Pemprov NTT.

“Dari kajian awal yang dibahas dalam pertemuan ini, kami bersepakat mendukung itikad baik pemerintah daerah menghadirkan industri pabrik semen,” ujar ujar Jufri, salah satu tokoh muda asal Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.BACA  Satgas Covid-19 DPR Kunjungi Kemenkes Terkait Penerapan Protokol New Normal

Namun, lanjutnya, tetap dengan beberapa catatan penting agar industri ini benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat dan daerah.

“Lebih khusus masyarakat pemilik lahan, warga lingkar tambang serta meminimalisir potensi kerusakan lingkungan di lingkar pabrik,” tegasnya.

Jufri menerangkan, secara nasional Kabupaten Manggarai Timur dan Propinsi NTT ditetapkan sebagai daerah yang masih tertinggal di Indonesia.

“Keberadaan industri sektor riil yang padat karya seperti ini dibutuhkan sebagai salah satu jalan keluar dari ketertinggalan,” terangnya.

Menurutnya industri semen mendorong peningkatan perekonomian daerah dan masyarakat.

“Pendapatan masyarakat dan penerimaan daerah akan terapresiasi, bukan saja bagi Manggarai Timur, tapi juga berdampak positif ke daerah- daerah tetangga. Apalagi, pertumbuhan usia kerja produktif di daerah juga terus meningkat yang jika tidak diikuti dengan ketersediaan lapangan kerja akan menimbulkan tsunami pengangguran di daerah. Gejala itu sudah terlihat saat ini,” ungkapnya.BACA  Presiden: Sosialisasikan Protokol Tatanan Normal Baru Secara Masif

Jufri mengatakan, tentunya kami sertai sejumlah catatan kepada Pemda dan investor, mengingat ada potensi kerusakan ekosistem sebagai dampak ikutan dari setiap aktifitas industri.

Pertama, kajian Amdal harus benar-benar dilakukan secara, profesional, transparan dan partisipatif sesuai dengan amanah UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengolaan Lingkungan Hidup.

Kedua, kami meminta kepada pemerintah daerah untuk memastikan seluruh klausul perjanjian ganti untung dan/ atau kompensasi antar investor dengan warga pemilik lahan terealisasi tanpa kurang sedikitpun.

Ketiga, 70% tenaga kerja lokal daerah memprioritaskan penduduk sekitar, umumnya Manggarai Timur. Kami akan melakukan pengawasan serius terhadap catatan ini.

Diketahui, dalam pertemuan ini setidaknya ada beberapa tokoh muda politik yang merupakan pengurus wilayah Provinsi NTT. Selain itu, juga dosen, mahasiswa dan aktivis. (TS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here