Beranda Pendidikan Anggota Bertambah, Komunitas Baca Masdewa di Witihama Kekurangan Koleksi Buku Bacaan

Anggota Bertambah, Komunitas Baca Masdewa di Witihama Kekurangan Koleksi Buku Bacaan

317
0
Dokumentasi Komunitas Baca Masdewa Watololong, Witihama. (Foto/ ist).

FLORESPSOT.CO, Adonara Komunitas Baca Masdewa, yang terletak di desa Watololong, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur mengalami kekurangan koleksi buku bacaan.

Pasalnya anggota komunitas baca yang sebelumnya diprioritaskan bagi anak-anak pelajar usia SMP dan SMA di desa itu, kini diikuti juga oleh anak-anak usia sekolah dasar.

Hingga saat ini anggota di komunitas baca Masdewa berjumlah 60 an orang. Untuk mengatasi persoalan ini, pengelola taman baca mensiasati agar setiap anggota komunitas diwajibkan membawa serta buku catatan sekolah untuk dibaca pada setiap kali pertemuan.

Pengelola sekaligus penggagas komunitas baca Masdewa, Agustinus Puru Bebe kepada Florespost.co, Selasa (23/6/2020) menyampaikan, buku-buku bacaan yang selama ini digunakan oleh anggota komunitas berasal dari koleksi buku-buku bacaan sewaktu kuliah.

“Komunitas kami melakukan pertemuan belajar tiga kali dalam seminggu. Karena belum memiliki tempat sehingga untuk sementara kami masih melakukan pertemuan di halaman samping rumah saya,” kata Agustinus.

Untuk itu selain mengharapkan bantuan koleksi buku-buku bacaan, juga Agustinus berharap agar komunitas ini tetap berjalan dengan baik. Karena menurut dia komunitas ini semata-mata hanya untuk membentuk karakter dan menanamkan minta baca generasi muda di lingkungan sekitar di desanya.

Berangkat dari Rasa Keprihatinan Terhadap Generasi Muda

Komunitas baca Masdewa merupakan salah satu wujud dari gerakan literasi yang dimulai oleh pemuda asal Desa Watololong, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Agustinus Puru Bebe.Komunitas baca ini berdiri pada 30 Mei 2020, bersama remaja seusianya ia mulai menggerakkan semangat membaca di kalangan masyarakat di desanya.

Ia mengaku awal mula terbentuknya komunitas baca Masdewa adalah sebagai bentuk keprihatinannya terhadap generasi muda di lingkungan tempat tinggal nya yang suka mengkonsumsi miras dan bemain judi.“Berangkat dari kondisi inilah maka Saya, bersama dengan salah satu teman saya untuk membangun komunitas baca. Awalnya kami hanya menghimpun anak-anak pelajar pada usia SMA dan SMP. Namun dalam perjalanan anak-anak usia SD juga antusias bergabung, jadi kami terima saja,” ungkap Agustinus.

Pada setiap kali pertemuan juga Agustinus menambahkan, ia selalu meminta respon dari setiap anggota untuk keberlangsungan komunitas baca Masdewa ke depan. Respon dari anggota juga kata Agus, semunya memberikan respon yang positif.”

Pada saat kami meminta tanggapan dari para anggota terhadap komunitas ini, mereka memberikan penilaian yang semuanya positif,” katanya.

Agus mengatakan, ada anggota yang mengatakan terbentuknya komunitas baca ini juga agar para anggota dapat mengisi waktu luang di rumah untuk belajar bersama di komunitas.

Agus mengaku, usaha lain untuk menumbuhkan minat baca masyarakat di sekitaran komunitas baca Masdewa adalah dengan melakukan bakti sosial pada setiap hari Minggu.

Laporan: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here