Beranda Florata News Gubernur VBL: Butuh Energi Bersama Membangun NTT

Gubernur VBL: Butuh Energi Bersama Membangun NTT

70
0
Gubernur NTT. (Foto/ Merdeka.com)
“Masalah serius di Provinsi NTT selama ini adalah seolah-olah kita bekerja; seolah-olah kita orang baik. Kita kerja seolah-olah kita pintar. Masalah kita adalah kita sendiri terjebak di dalam keterbatasan pengetahuan.”

FLORESPOST.CO, Labuan Bajo – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan ke istana Keuskupan Ruteng untuk “bersilaturahmi” dengan Uskup Mgr. Siprianus Hormat, PR, Selasa (23/06/2020).

Kedatangan Gubernur VBL bersama rombongan disambut dengan upacara adat dan tarian di depan gerbang istana keuskupan.

Sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, Anggota DPRD NTT Fraksi Partai Demokrat, Boni Jebarus alias Bonjer, Wakil Bupati Manggarai, Ketua DPRD Manggarai Barat Edi Endi dan sejumlah tamu undangan lainnya terlihat ikut dalam rombongan Gubernur.

Gubernur VBL di depan para pastor, biarawan dan biarawati di aula Kampus STKIP Santu Paulus Ruteng mengatakan, meski terlambat, dirinya tetap menyampaikan ucapan selamat atas rahmat pentahbisan Mgr. Sipri sebagai Uskup di Keuskupan Ruteng.

“Jabatan Gubernur bagi saya adalah semata-mata sebagai pelayan. Saya tempatkan diri saya hanya untuk melayani seluruh masyarakat NTT. Kehadiran saya di NTT bukan untuk balas jasa tapi perintah untuk membangun NTT,” ucap Gubernur disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut Gubernur, masalah serius di Provinsi NTT selama ini adalah terjebak di dalam keterbatasan pengetahuan. Oleh karena itu, kata Gubernur VBL, dibutuhkan perencanaan yang baik untuk membangun NTT.

“Kita butuh energi bersama untuk membangun NTT. Perlu desain bersama antara gereja dengan pemerintah. Saya yakin dengan kehadiran Mgr. saya pasti terbantu untuk membawa Provinsi NTT lebih maju; bila perlu terbang,” tegas Gubernur.

VBL menambahkan, kebanggaan dirinya menjadi gubernur, karena ia melihat di NTT terdapat berbagai persoalan yang terjadi.

“Kalau sudah tidak ada masalah di NTT, saya pulang Jakarta.” kata dia.

Pada kesempatan yang sama Uskup Sipri menjelaskan, Keuskupan Ruteng berdiri sejak 3 Januari 1961 dengan jumlah umat tahun 2019 sebanyak 811.296 orang atau 161.884 kepala keluarga.

“Jumlah kevikepan ada empat yakni Labuan Bajo, Ruteng, Reok dan Borong. Ada 85 paroki dan 1 pra paroki dengan jumlah stasi sebanyak 584,” jelas Mgr. Sipri.

Menurut Mgr. Sipri, pihak Keuskupan Ruteng senantiasa mendukung pembangunan manusia NTT yang utuh dan menyeluruh meliputi penguatan aspek mental dan kerohanian.

“Di sinilah gereja berkontribusi secara khas untuk menguatkan dan mengembangkan aspek etis spiritual dari kehidupan manusia dna masyarakat NTT. Kami selalu siap membantu dan mendoakan Bapak Gubernur dalam mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera,” tandas Uskup yang memiliki moto Omnia in Caritate (Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih).

(Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT/MP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here