Beranda Florata News Izin Lokasi Pabrik Semen di Manggarai Timur Telah Memenuhi Syarat

Izin Lokasi Pabrik Semen di Manggarai Timur Telah Memenuhi Syarat

723
0

FLORESPSOT.CO, Borong Izin lokasi yang telah terbitkan oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas telah memenuhi syarat, termasuk meminta pertimbangan Badan Pertanahan Nasioanal dan ketentuan Perda Tata Ruang.

Demikian dikatakan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas saat menggelar dialog bersama PMKRI dan GMNI, Kamis (2/7/2020) kemarin.

Dalam dialog yang dilangsungkan di Kantor Bupati Matim itu juga, Agas mengaku baru izin lokasi yang ia keluarkan kepada PT. Singa Merah dan PT. Istindo Mitra Manggarai, dua perusahaan yang akan melakukan eksploitasi batu gamping dan pabrik semen di kampung Lengko Lolok dan Luwuk di Desa Satar Punda Kecamatan Lamba Leda.

Didampingi Sekretaris Daerah, Boni Hasudungan dan sejumlah pimpinan OPD, Bupati Agas menegaskan, pemerintah telah memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk melakukan negosiasi dengan masyarakat Lengko Lolok dan Luwuk.

“Aturannya setelah lokasi ini diberikan, investor diberi ruang untuk bernegoisasi dengan masyarakat. Tiga (3) tahun diberi kesempatan, kalau belum mendapat tanah 50% dari total yang diminta, maka aturan boleh diperpanjang, jika sudah dapat, berarti selesai. Kalau tidak dapat maka batal,” paparnya.

Agas Andreas juga meminta agar tidak terjadi salah paham, dan menilai seolah-olah dirinya lah telah memberikan izin IUP.

“Tidak, itu bukan kewenangan Bupati Manggarai Timur, itu juga bukan kewenangan gubernur. Sekarang undang-undang baru, IUP menjadi kewenangan pusat,” ujar Bupati Agas menjawab pertanyaan Ketua PMKRI Ruteng, Hendrikus Mandela.

Faktanya tambah Bupati Agas, saat ini perusahaan telah melakukan negosiasi dengan masyarakat, hingga masyarakat menyerahkan tanah mereka.

“Memang belum bayar semua, itu artinya secara syarat lokasi itu dilaksanakan oleh perusahaan. Mereka melaksanakan negosiasi dengan masyarakat. Masyarakat sekarang telah melakukan pengukuran tanah, ini loh tanah yang akan diserahkan kepada perusahaan, itu tahapannya,” sebut dia.

Melalui perimbangan inilah kata Agas, menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengeluarkan izin lokasi.

“Supaya dia mulai bernegosiasi dengan masyarakat soal tanah, itu dulu. Ini harus dipahami secara baik, saya tidak mau besok ada wawancara lagi soal ini,” tambahnya.

Laporan: Acong Harson
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here