Beranda Headline Puluhan Warga Gendang Lidi Geruduk Mapolres Manggarai Timur

Puluhan Warga Gendang Lidi Geruduk Mapolres Manggarai Timur

2562
0
Warga Desa Lidi pada saat mendatangi Mapolres Manggarai Timur. (Foto/ Acong Harson/ Fp)

FLORESPOST.CO, Borong Puluhan Warga Gendang Lidi, desa Lidi, kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur beramai-ramai mendatangi Mapolres Manggarai Timur, Rabu (15/7/2020).

Kedatangan puluhan warga ini ternyata mau mengawal dua warga asal Desa Lidi, yang dipanggil oleh polisi atas laporan mencegat masa yang yang hendak melakukan pengklaiman dan pembabatan tanah hak ulayat milik mereka.

Kedatangan warga ini dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh adat desa setempat seperti, Tu’a Gendang Lidi, Tu’a Teno dan Tu’a Golo.

“Kami datang disini untuk mengawal cucu kami yang dipanggil polisi, atas laporan dari seorang Pegawai negeri sipil yang bertugas di SD Nangalanang. Cucu kami dilaporkan karena mencegat masa yang yang melakukan pengklaiman dan pembabatan tanah hak Ulayat kami,” kata salah satu tokoh adat Frans Janggut yang juga sebagai Tu’a Gendang Lidi kepada Florespost.

Ia menambahkan, kedua orang warganya itu dilapor karena sebelumnya mereka mencegat orang-orang suruhan dari oknum PNS tersebut pada saat melakukan pembabatan di tanah hak ulayat gendang Lidi.

“Hari ini anak-anak saya, dan cucu saya datang untuk mengawal proses pemeriksaan cucu kami itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat Desa Lidi yang datang ke Mapolres itu tidak akan meninggalkan Mapolres Matim, sebelum kedua warganya juga dibebaskan.

“Mereka telah membela dan mempertahankan hak ulayat kami, dan apa yang mereka lakukan itu merupakan kewajiban sebagai warga Gendang Lidi, yang memiliki kekuasaan Lingkon pe’ang, gendangn one, tacikn lau, pocon le, pinarangkatn awo, wae caren sale,” tutur nya.

Sementara itu, Gaspar Gagut anak dari tu’a gendang Lidi menjelaskan, hak ulayat mereka tidak pernah diberikan kepada siapapun.

Hal itu juga tambah Gaspar, tertuang dalam surat penolakan pemberian dataran Nangalanang oleh Ayah mereka pada tahun 1974, dan ditandatangani oleh Camat Borong Alex Hadus, dan dokumen itu sebut Gaspar, aslinya ada pada mereka.

“Kami tidak akan berikan kepada siapapun. Jika ada pihak lain yang mengklaim tanah ulayat kami, kami siap melakukan tindakan apapun,” kata dia.

Sementara itu, Konstan Ambur salah satu cucu dari Gendang Lidi, meminta kepada bupati dan kepala dinas PK Manggarai Timur agar segera mencopot oknum PNS yang dinilai telah melakukan pengklaiman sepihak atas hak tanah ulayat dari Gendang Lidi.

“Bupati dan kepala dinas PK segera mencopot PNS yang bertugas di SD Nangalanang itu, datang tugas untuk mengajar, bukan melakukan tindakan yang justru meresahkan warga,” tegas kostan.

Laporan: Acong Harson
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here