Beranda Florata News Dituding Pencitraan di Medsos, ini Jawaban Wabup Agus Boli

Dituding Pencitraan di Medsos, ini Jawaban Wabup Agus Boli

137
0
Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli. (Foto/ Dok/Fp)

FLORESPOST. CO, Larantuka Koordinator lapangan Aliansi Pemuda Progresif Flores Timur, Paskalis Boleng dalam orasinya saat menggelar aksi demontrasi di depan kantor Bupati Flores Timur, Rabu (15/7/2020) kemarin mengatakan, ketika munculnya wabah Virus Corona, pemkab Flotim mengucurkan dana sebesar Rp 14 Miliar untuk penanganan Covid-19.

Hanya saja, menurut dia, belum berdampak pada masyarakat Flotim. Malah di tengah situasi seperti ini, dia menilai wakil bupati membangun pencitraan di media sosial.

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli kepada Wartawan pun dengan santai mengamini tudigan tersebut.

“Di tuding saya pencitraan diri, ya saya setuju. Setiap orang mesti mencitrakan dirinya sebagai kodrat manusia yang baik. Jadi bagi saya tidak masalah, mari kita berlomba-lomba mencitrakan diri kita sebagai ciptaan Tuhan yang berjalan sesuai kehendak Ilahi dan niat baik pada sesama,” kata Wakil Bupati Agus Boli.

Wabup Agus Boli menilai tudingan terhadap dirinya sangat politis yang hendak menjatuhkan dirinya.

“Ini jelas sekali politis, dan mau jatuhkan saya. Tetapi bagi saya mau tuding atau apa silakan,” ungkapnya.

Intinya kata Agus Boli, niat nya untuk gelekat ribu ratu di posisi sebagai wakil bupati sudah maksimal membantu bupati dalam pembangunan dan pelayanan publik.

“Jika ada yang bilang tidak, itu mungkin karena kurang tahu Flotim,” katanya.

Tolak Dialog dengan Pemerintah

Massa aksi dari Aliansi Pemuda Progresif Flores Timur menolak melakukan dialog dengan Pemerintah.

Melalui jubirnya Rifaiz Lamahoda dengan tegas menyampaikan jika terjadi dialog dengan Pemerintah, mereka takut akan terjadi pembunuhan karakter.

“Saya Justru kecewa dengan para pendemo tadi, karena empat (4) kali saya turun ke depan, ajak mereka dialog point-point tuntutan mereka dan ambil data aspirasi mereka supaya segera di selesaikan masalah-masalah itu,” kata wakil bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli.

Dirinya pun kaget, karena di seluruh dunia yang namanya Pendemo itu lanjut Agus Boli, mengejar pejabat eksektutif untuk berdialog langsung agar tujuan (goal Perjuangan)” tercapai.

“Tapi tadi terbalik, mereka yang menghindar. Padahal eksekutif siap terima semua aspirasi mereka. Makanya saya berpikir demo ini murni usung kepentingan rakyat atau kepentingan politik praktis atau kah ada agenda terselubung lain?” katanya.

Menurut Agus Boli, seharusnya terjadi dialog agar ada hasil positif sebagai ole-ole untuk masyarakat yang kepentinganya yang tengah diperjuangkan oleh itu.

“Nanti masyarakat tanya, bagaimana aspirasi kami di terima tidak kan jawabanya apa,” ujarnya.

Padahal kata Agus, dengan berdialog sangat baik bagi pemerintah untuk membenahi setiap persoalan yang terjadi di masyarakat.

Akibatnya kata Wabup, pemerintah akhirnya tidak mengetahui persoalan yang diperjuangkan itu.

“Misalkan masalah harga komoditi, mari kita diskusi secara komprehensif apakah pemerintah pusat dan pemerintah daerah punya kewenangan naikan harga komoditi? apakah pemerintah daerah punya kewenangan menaikan harga komoditi dengan membuat Peraturan daerah yang mereka teriakan di FB?” kata wabup.

Pemerintah pusat sekalipun kata dia, tidak menaikan harga komoditi lewat undang-undang. Karena menurut dia pasar punya hukum tersendiri, yakni hukum permintaan dan Penawaran.

“Kadang pabrik tidak membutuhkan produk tersebut maka harga jatuh, jika pabrik lagi butuh maka harga sendirinya naik. Hal yang mungkin di lakukan pemerintah adalah Pengendalian pasar dengan cara advis kualitas produk kopra, mente dan lain-lain,” jelas dia.

Agar bernilai tinggi dan memotong mata rantai tengkulak yang panjang lanjut Agus Boli, dengan cara melakukan pemasaran bersama melalui BUMDes.

“Dan ini pemerintah serius lakukan dan sudah berjalan meskipun ada desa yang belum evektif,” kata dia.

Soal Covid juga kata Agus Boli, ada mekanisme pertanggungjawabannya yakni, secara politis ke DPRD pada saat paripurna LKPJ Bupati dan secara hukum ke APH jika ada masalahnya.

“Bukan setiap waktu LKPJ.Tetapi masyarakat boleh memberi advis agar jauh dari masalah hukum,” kata dia.

Soal Visi Misi tambah Agus, sampai tahun 2022 jadi masih ada dua tahun anggaran. Jika air bersih misalkan kata dia, yang menjadi masalah pokok adalah kekurangan bahkan tidak adanya mata air yang memadai.

“Mata air yang ada pun terus menurun debetnya karena ulah manusia. Belum lagi konflik adat ulayat di mata air,” katanya.

Pantauan langsung media ini, Wabup Agus Boli keluar dari ruangan kerja berjalan menuju jalan raya tempat para pendemo berada.

Dengan didampingi Kasat Pol, Kasat Intel polres dan beberapa staf Humas Setda, Wabup tampak melambaikan tangan sembari mengajak aksi massa masuk untuk berdialog, namun usaha dari wabup itu pun ditolak massa aksi.

Bahkan setelah pendemo ke gedung Balai Gelekat, Wabup masih saja mengutus kasat Pol PP dan Kasat intel Polres mengajak pendemo kembali ke kantor bupati untuk dialog, tetapi melalui laporan Kasat Intel Polres, ajakan Wabup di tolak pendemo lewat koordinator Demo Rifaiz Lamahoda.

Laporan: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here