Beranda Florata News Proyek Perluasan Jaringan Air Minum di Desa Benteng Tubi Diduga Bermasalah

Proyek Perluasan Jaringan Air Minum di Desa Benteng Tubi Diduga Bermasalah

92
0
Foto dari Tarwan Stanyslaus Warga Desa Benteng Tubi,saat mendatangi Kantor DPRD Manggarai,Rabu 22 Juli 2020.
Foto dari Tarwan Stanyslaus Warga Desa Benteng Tubi,saat mendatangi Kantor DPRD Manggarai,Rabu 22 Juli 2020.

FLORESPOST.CO, Ruteng Pengerjaan proyek perluasan jaringan air minum bersih di Desa Benteng Tubi, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, NTT, diduga bermasalah.

Pasalnya, pipa air minum yang digunakan dalam proyek tahun anggaran 2019 lalu itu, masih menggunakan pipa bekas dari program PAMSIMAS tahun 2015. Padahal, proyek ini menelan anggaran senilai Rp 1 milyar lebih yang bersumber dari Alokasi Dana Desa.

“Pertanyaan kami, kemana anggaran senilai 1 milyar lebih tersebut. Sementara pemerintah desa masih menggunakan pipa lama yang nota bene masih aset PAMSIMAS,” jelas Vensianus Pangur, salah seorang warga Benteng Tubi, kepada wartawan di gedung DPRD Manggarai, usai mengadukan persoalan ini ke lembaga dewan, Rabu (22/7/2020).

Menurut Vensianus, selain menggunakan pipa lama, persoalan lain dalam proyek tersebut terkait pengadaan cincin dan soket.

“Pengakuan Pemerintah Desa pada tanggal 20 Januari 2020, cincin dan soket ada dalam RAB, sementara pengadaan pipa tidak ada,” kata Vensianus yang saat itu didampingi sejumlah tokoh masyarakat dari Desa Benteng Tubi.

Ia mengakui bahwa proyek perluasan jaringan air minum di Desa Benteng Tubi terjadi pada masa jabatan Kepala Desa VA, periode 2013-2019.

Selain masalah air minum bersih, Vensianus dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Benteng Tubi juga menemukan persoalan terkait bantuan rumah tidak layak huni tahun anggaran 2017, yang dinilai tidak tepat sasaran.

Menanggapi pengaduan warga Benteng Tubi, Ketua DPRD Manggarai Matias Masir menyampaikan apresiasi. Matiaspun berjanji akan memanggil mantan Kades dan instansi terkait untuk mengklarifikasi pengaduan masyarakat tersebut.

Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir. Foto Adi Nembok (Florespost.co)

Matias juga meminta pemerintah untuk mengawasi semua proyek yang turun ke masyarakat agar benar-benar tepat sasaran.

“Masalah seperti ini bukan hanya terjadi di Benteng Tubi.Bahkan di mana-mana, kadang-kadang desa ini ada pilih kasih dan dinas terkait mesti dia punya data akurat dari desa, supaya bantuan itu tepat sasaran,” kata Matias.

Laporan Adi Nembok
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here